Kemapanan teknologi digital imaging mendapat tantangan serius dari AI generatif, teknologi kecerdasan buatan yang mampu ‘belajar’ dan memproduksi berbagai jenis konten seperti image, audio, video, dan teks termasuk kode pemrograman tertentu. Pada dunia visual muncul beberapa pelopor seperti Stable Diffusion, Dall-E, dan yang paling fenomenal: Midjourney.

Dengan memasukkan prompt atau perintah tertentu, Midjourney mampu melahirkan gambar artistik dengan berbagai macam langgam dan gaya dengan kualitas yang mengagumkan. Akurasi dan detailnya luar biasa, dan yang istimewa: setiap gambar/ foto yang dihasilkan adalah unik seolah diproduksi eksklusif layaknya seorang seniman.

Sejak awal kemunculan Midjourney –sekarang versi ke-5– banyak menimbulkan perdebatan terutama dari sisi perlindungan hak cipta dan isu-isu yang terkait dengan sumber inspirasi dan penggunaan gambar yang dihasilkan oleh Midjourney. Perdebatan yang melibatkan pemilik karya asli yang menjadi inspirasi, robot Midjourney, dan para penggunanya sepertinya masih akan menghangat dan mungkin belum akan menemukan kesimpulannya dalam beberapa tahun ke depan.

Bagaimanapun, Midjourney kini menawarkan cara baru menghasilkan gambar/ foto. Seperti foto-foto pada postingan ini adalah hasil imajinasi yang disalurkan melalui prompt: jika ‘pemain sepakbola terkenal’ adalah lulusan BINUS dan kini bekerja sebagai profesional di bidangnya masing-masing. Bagaimana menurutmu?