Transformasi digital dalam bisnis global melahirkan ancaman yang patut dijadikan perhatian seperti technical debt. Fenomena ini muncul karena adopsi bahasa bisnis yang beragam dalam integrasi sistem. Technical debt adalah ‘utang’ yang timbul saat fokus pengembang pada rilis alih-alih memberi perhatian pada penyempurnaan kode. Hal ini berakar pada deadline yang ketat, desain awal yang tidak baik, kurangnya keterampilan, tekanan dalam delivery sistem dan pengujian yang terabaikan. Bahkan technical debt dapat berkembang dari utang sebelumnya. Dalam era transformasi digital, penting untuk menghindari technical debt.