Loading
Loading...
Menu BINUS

Dr. Shahrina Othman Bahas Penciptaan Usaha Baru di International Lecture Week BINUS

BINUS University menghadirkan Dr. Shahrina Othman dari Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam rangkaian International Lecture Week (ILW) 2026 di kampus BINUS Senayan pada Rabu (21/10/2026). Dalam sesi kuliah tamu selama tiga jam, pukul 13.00–16.00 WIB, Dr. Shahrina berbagi wawasan mengenai new venture creation dan pengembangan startup kepada mahasiswa BINUS Business School.

Kolaborasi BINUS dan UUM

Dr. Shahrina Othman merupakan dosen di Othman Yeop Abdullah Graduate School of Business (OYAGSB), UUM. Meski ILW 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengajar langsung mahasiswa BINUS, kerja sama kedua universitas telah terjalin melalui pengajaran, penelitian, kolokium, dan program mobilitas mahasiswa.

Entrepreneur Berorientasi pada Visi Jangka Panjang

Dalam sesi kuliah, Dr. Shahrina menjelaskan perbedaan antara entrepreneur dan business owner. Menurutnya, entrepreneur berorientasi pada visi dan peluang jangka panjang, sedangkan business owner lebih berfokus pada pengelolaan operasional dan keputusan sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat melalui Business Model Canvas (BMC), rencana bisnis (business plan), serta pemahaman terhadap pemangku kepentingan (stakeholders). Mahasiswa turut diajak mengenali peluang dan ancaman yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.

Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Usaha Baru

Dr. Shahrina memaparkan tujuh komponen motivasi yang mendorong seseorang untuk mendirikan usaha baru. Ia juga menjelaskan bahwa persyaratan untuk memulai bisnis dapat berbeda-beda, bergantung pada wilayahnya.

Menurutnya, kinerja usaha dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu proses bisnis yang berjalan, lingkungan bisnis, serta karakteristik perusahaan, termasuk prosedur operasional standar (standard operating procedures atau SOP) dan aset yang dimiliki. Selain itu, pendidikan, pengetahuan teknis, dan pengalaman sebelumnya juga berperan dalam mendukung keberhasilan usaha.

Tiga Jam yang Berlalu Begitu Cepat

Bagi Dr. Shahrina, sesi kuliah selama tiga jam tersebut terasa lebih singkat dari perkiraannya. Ia mengaku menikmati interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung.

“Sejujurnya, saya tidak merasa waktu telah berjalan tiga jam. Saya sempat khawatir mengenai ketepatan waktunya. Namun pada akhirnya, waktu berlalu begitu cepat. Artinya, saya sangat menikmati sesi berbagi ini,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi pertanyaan mahasiswa yang membuat diskusi berlangsung interaktif, serta antusiasme mereka dalam menyimak materi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen pengampu mata kuliah yang mendampinginya sepanjang sesi.

Mahasiswa Mendapatkan Wawasan Baru tentang Kewirausahaan

Mahasiswa BINUS Business School menyambut positif ILW 2026. Elizabeth Ezra Sibarani menilai sesi ini inspiratif dan memberinya wawasan tentang cara merancang startup dengan potensi pertumbuhan tinggi, khususnya melalui materi high-growth entrepreneurship dan venture creation.

Menurutnya, membangun bisnis tidak hanya membutuhkan ide yang baik, tetapi juga kemampuan mengidentifikasi peluang pasar, memahami kebutuhan pelanggan, dan mengembangkan model bisnis berkelanjutan. Ia berharap ILW mendatang memiliki durasi lebih panjang dan informasinya diumumkan lebih awal agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri.

Sementara itu, Agus Zalva Febrien mengungkapkan apresiasinya kepada BINUS karena telah menghadirkan pembicara dari UUM. Ia menilai materi yang disampaikan memberikan banyak wawasan baru dan berharap BINUS terus menyelenggarakan kegiatan pembelajaran serupa.

Indonesia Memiliki Peluang Besar untuk Pengembangan Usaha Baru

Menutup sesi wawancara, Dr. Shahrina menyampaikan pesan kepada Binusian yang tertarik untuk merintis bisnis atau startup. Ia merujuk pada data statistik yang dipaparkannya selama kuliah, yang menunjukkan besarnya kontribusi Indonesia dalam penciptaan bisnis serta pertumbuhan dan ekspansi usaha.

“Tentu ada banyak ruang untuk melakukan studi dan merintis usaha bersama, mengingat keterlibatan negara itu sendiri yang sangat kuat di bidang ini,” ujarnya.

Ia juga berharap kolaborasi akademik antara BINUS dan UUM dapat terus berkembang, khususnya melalui penelitian bersama di bidang kewirausahaan, baik sebagai mitra peneliti maupun sebagai penelaah (reviewer).

Melalui International Lecture Week 2026, BINUS University membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari akademisi internasional sekaligus memperkuat kolaborasi akademik dan memperluas perspektif mengenai tantangan serta peluang bisnis global.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.