{"id":4847,"date":"2024-04-23T08:05:30","date_gmt":"2024-04-23T01:05:30","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=4847"},"modified":"2024-04-23T08:05:30","modified_gmt":"2024-04-23T01:05:30","slug":"single-vs-alone-nikmati-masa-lajang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/23\/single-vs-alone-nikmati-masa-lajang\/","title":{"rendered":"Single VS Alone: Nikmati Masa Lajang"},"content":{"rendered":"<p>Kenapa sih penting untuk bahas tentang single atau masa lajang?\u00a0Kenapa gak langsung aja ngomongin \u201ccara-cara efektif\/jitu buat cari pacar\u201d? Kalau kamu sempat berpikir seperti di atas, kamu seperti orang kebanyakan yang pingin segera punya pacar dan buru-buru menikah.\u00a0Kayaknya hidup itu belum lengkap kalau belum punya pacar.\u00a0Makanya orang sering memimpikan Mr.\/Mrs. Right yang bisa lengkapin hidup mereka. Kesannya pernikahan bakal menyelesaikan segala permasalahan mereka dan buat hidup lebih Bahagia. Kata \u201c<em>jomblo<\/em>\u201d pun jadi punya konotasi yang agak negatif<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4848 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Psikologg-640x382.png\" alt=\"\" width=\"605\" height=\"361\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Sumber gambar:\u00a0<a href=\"http:\/\/www.guardian.co.uk\/commentisfree\/2010\/aug\/09\/pity-poor-single-people-uswitch\">http:\/\/www.guardian.co.uk\/commentisfree\/2010\/aug\/09\/pity-poor-single-people-uswitch<\/a><\/span><\/p>\n<p><strong>Single \u2260 Alone<\/strong><\/p>\n<p>\u201cSingle itu sendirian\u201d. Nah, ini dia persepsi yang salah.\u00a0Beda lho\u00a0<em>single<\/em>\u00a0atau lajang sama\u00a0<em>alone<\/em>.\u00a0<em>Single<\/em>\u00a0itu artinya tunggal, bisa berdiri sendiri, berbeda dari orang lain dan sudah lengkap meski sendiri.\u00a0Individu yang\u00a0<em>single<\/em>\u00a0itu ibarat kunci kamarmu yang ditaruh dalam satu gantungan kunci dengan beberapa kunci lain.\u00a0Dia bisa berdiri sendiri, unik, dan punya satu kegunaan khusus.\u00a0Meski hanya satu, tapi sudah bisa menjalankan tugasnya, membuka pintu kamarmu. Tugas ini gak bisa digantikan oleh kunci lain.<\/p>\n<p>Single gak selalu berarti sendirian dan kesepian (<em>alone<\/em>).\u00a0Justru, saat masih lajang, kita punya banyak waktu untuk\u00a0eksplorasi. Lebih kenal sama kelebihan dan kekurangan diri kita. Selanjutnya kita bisa memaksimalkan potensi diri kita. Saat lajang inilah waktunya kita bisa menemukan keunikan diri kita. Kayak salah satu tweet Sherina: \u201c<em>Stop comparing yourself to others. You are unique<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Saat dalam hubungan, definisi tentang \u201c<em>diri<\/em>\u201d kita akan banyak terpengaruh sama pasangan. Mungkin kamu sebenarnya suka pakai rok, tapi pacar suka kamu pakai celana. Akhirnya kamu jadi suka pakai celana juga untuk buat dia senang.\u00a0Saat lajang, kamu lebih leluasa nentuin apa yang kamu suka atau gak suka.<\/p>\n<p><strong>Kamu = Unik<\/strong><\/p>\n<p>Coba deh sekali-sekali ambil waktu untuk\u00a0pikirin dan tulis 10 kualitas yang bikin kamu beda\u00a0dari orang lain. Hal apa sih yang bikin kamu unik? Kalau masih ada hal-hal yang bikin kamu belum puas sama dirimu sendiri, masa lajang itu waktu yang bagus banget untuk\u00a0bisa terima dan susun strategi\u00a0untuk berubah jadi kamu versi yang lebih baik. Coba untuk lebih cinta dan nyaman sama diri kita sendiri.\u00a0Kalo sudah nyaman sama diri sendiri, kamu bakal lebih bahagia dan hubungan yang terbentuk bisa lebih sehat. Kenapa?<\/p>\n<p><strong>Lajang bahagia = Pasangan bahagia<\/strong><\/p>\n<p>Kalau kita belum nyaman dan merasa belum lengkap, kita jadi mengharapkan pasangan untuk \u201cmelengkapi\u201d kita.\u00a0Ini bisa jadi tekanan untuk pasangan lho!\u00a0Coba bayangin kalau kita belum bisa menghargai diri sendiri, terus kita salahin pasangan karena buat kita merasa gak nyaman. Udah kebayang? Bayangin punya pacar yang takut ditinggalin, jadi gampang curiga, setiap 10 menit tanya terus \u201c<em>kamu dimana? sama siapa? lagi apa?<\/em>\u201c. Padahal kamu lagi pergi sama keluargamu. Capek gak? Nah, kira-kira kayak gitu kalau seseorang belom nyaman sama dirinya sendiri.\u00a0Akhirnya jadi bikin lelah orang lain.\u00a0Hubungan pun jadi sulit tahan lama, apalagi bahagia.<\/p>\n<p>Jadi, kalau masih mikir status lajang\/jomblo\/<em>single<\/em>\u00a0hal yang negatif, coba pikir lagi. Justru masa ini bakal basis yang akan nentuin gimana kamu dalam hubungan pacaran dan pernikahan.\u00a0Kalau belum bisa bahagia sebagai lajang, gimana bisa bahagia dalam hubungan? \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa sih penting untuk bahas tentang single atau masa lajang?\u00a0Kenapa gak langsung aja ngomongin \u201ccara-cara efektif\/jitu buat cari pacar\u201d? Kalau kamu sempat berpikir seperti di atas, kamu seperti orang kebanyakan yang pingin segera punya pacar dan buru-buru menikah.\u00a0Kayaknya hidup itu belum lengkap kalau belum punya pacar.\u00a0Makanya orang sering memimpikan Mr.\/Mrs. Right yang bisa lengkapin hidup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4848,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-4847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psychology"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4847"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}