{"id":5964,"date":"2024-09-30T09:23:14","date_gmt":"2024-09-30T02:23:14","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=5964"},"modified":"2024-09-30T09:23:14","modified_gmt":"2024-09-30T02:23:14","slug":"5-rahasia-feng-shui-bikin-aplikasi-kamu-makin-keren-dan-bikin-betah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/2024\/09\/30\/5-rahasia-feng-shui-bikin-aplikasi-kamu-makin-keren-dan-bikin-betah\/","title":{"rendered":"5 Rahasia Feng Shui Bikin Aplikasi Kamu Makin Keren dan Bikin Betah!"},"content":{"rendered":"<p>Kamu pasti sering denger soal Feng Shui buat rumah atau ruangan, tapi ternyata, Feng Shui juga bisa bikin aplikasi kamu jadi lebih keren dan nyaman dipakai, lho! Buat kamu yang suka desain UX (User Experience), ini dia 5 rahasia Feng Shui yang bisa bikin aplikasi kamu lebih menarik dan bikin pengguna betah berlama-lama. Yuk, simak!<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5965 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/A1-7.jpg\" alt=\"\" width=\"209\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/sites\/90\/2024\/09\/A1-7.jpg 376w, https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/sites\/90\/2024\/09\/A1-7-300x287.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 209px) 100vw, 209px\" \/><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Aliran Energi yang Lancar<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Feng Shui itu terkenal sama aliran energi yang bikin kita nyaman di ruangan. Nah, di aplikasi, kamu bisa bikin \u201cenergi\u201d pengguna ngalir lancar dengan navigasi yang gampang dan nggak bikin bingung. Jadi, pastikan pengguna bisa pindah-pindah halaman dengan mudah tanpa ada yang bikin mereka stuck atau bingung. Pengalaman yang lancar bikin pengguna happy dan pengen balik lagi!<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Keseimbangan Yin dan Yang<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Di Feng Shui, Yin dan Yang itu keseimbangan dua hal yang berlawanan, kayak terang dan gelap. Di desain UX, kamu bisa pake konsep ini dengan menyeimbangkan tampilan yang keren sama fungsi yang jelas. Desain yang cakep nggak akan berarti kalau malah bikin pengguna susah. Contoh simpelnya, taruh tombol \u201cMulai\u201d atau \u201cBeli Sekarang\u201d di tempat yang mudah dilihat, tapi tetap nyatu sama desain keseluruhan. Jadi, desain aplikasimu estetik tapi tetap fungsional!<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5966 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/A2-6-640x640.jpg\" alt=\"\" width=\"383\" height=\"383\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Sumber: Freepik)<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Ruang Kosong Biar Nggak Sesak<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Feng Shui ngajarin pentingnya ruang yang lega dan nyaman. Di aplikasi atau website, jangan penuhin semua ruang dengan gambar atau teks. Pakai yang namanya \u201cwhite space\u201d alias ruang kosong biar desain terasa lebih ringan dan mata pengguna nggak capek. Selain itu, taruh elemen-elemen penting kayak tombol atau menu di tempat yang gampang dilihat berdasarkan cara mata manusia bergerak. Pengguna jadi lebih gampang nemuin apa yang mereka cari!<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5967 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/A3-5-640x427.jpg\" alt=\"\" width=\"504\" height=\"336\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Sumber: Freepik)<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Energi Positif Lewat Warna dan Font<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sama kayak Feng Shui yang bikin ruangan punya energi positif, kamu juga bisa pake psikologi warna buat ngasih vibe yang positif ke pengguna. Warna-warna tertentu bisa bikin pengguna merasa nyaman atau semangat. Misalnya, warna biru bisa bikin tenang, sementara warna oranye bisa ngasih kesan fun dan playful. Pilih warna dan font yang sesuai sama suasana yang kamu pengen ciptain di aplikasi kamu, biar pengguna merasa betah dan nyaman.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Sentuhan Alam Bikin Nyaman<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Feng Shui suka banget ngambil inspirasi dari alam, dan ini juga bisa kamu terapin di desain digital! Gunakan elemen-elemen alami kayak bentuk-bentuk organik, tekstur alami, atau gambar-gambar yang terinspirasi dari alam. Sentuhan elemen alam ini bikin aplikasi kamu terasa lebih humanis dan nyaman buat pengguna. Nggak perlu yang ribet, cukup tambahin nuansa alam biar desain terasa lebih \u201chidup\u201d.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5968 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/A4-3-640x427.jpg\" alt=\"\" width=\"511\" height=\"341\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Sumber: Freepik)<\/p>\n<p>Dengan menerapkan kelima prinsip Feng Shui ini, aplikasi kamu nggak cuma keren secara visual, tapi juga bikin pengguna merasa nyaman dan terhubung secara emosional. Yuk, coba terapin dan lihat sendiri gimana Feng Shui bisa bikin aplikasi kamu jadi lebih menarik!<\/p>\n<p>Jadi, dengan menerapkan prinsip Feng Shui di desain aplikasi atau website, kamu nggak cuma bikin tampilan yang keren, tapi juga menciptakan pengalaman yang bikin pengguna betah. Yuk, coba terapin biar aplikasi kamu makin hits dan disukai banyak orang!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Reference:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/uxmag.com\/articles\/the-hidden-magic-of-ux-unraveling-the-feng-shui-connection\">https:\/\/uxmag.com\/articles\/the-hidden-magic-of-ux-unraveling-the-feng-shui-connection<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu pasti sering denger soal Feng Shui buat rumah atau ruangan, tapi ternyata, Feng Shui juga bisa bikin aplikasi kamu jadi lebih keren dan nyaman dipakai, lho! Buat kamu yang suka desain UX (User Experience), ini dia 5 rahasia Feng Shui yang bisa bikin aplikasi kamu lebih menarik dan bikin pengguna betah berlama-lama. Yuk, simak! [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-5964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-information-technology"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5964"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5964"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5964\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}