{"id":6354,"date":"2024-11-16T11:01:50","date_gmt":"2024-11-16T04:01:50","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=6354"},"modified":"2024-11-16T11:01:50","modified_gmt":"2024-11-16T04:01:50","slug":"pengaruh-k-drama-terhadap-gaya-komunikasi-dan-fashion-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/2024\/11\/16\/pengaruh-k-drama-terhadap-gaya-komunikasi-dan-fashion-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Pengaruh K-Drama terhadap Gaya Komunikasi dan Fashion Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p>Seperti yang kalian ketahui, bahwa K-Drama sudah menjadi salah satu hiburan yang paling disukai oleh kalangan anak muda di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. K-Drama tidak hanya menampilkan alur cerita yang menarik, tetapi juga memperkenalkan budaya Korea.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6355\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_6355\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"wp-image-6355 size-medium\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/A1-2-640x369.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"369\" \/><figcaption id=\"figcaption_attachment_6355\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Sumber: https:\/\/unsplash.com\/photos\/friends-cheering-world-cup-with-painted-flag-zProdpJ7wu4<\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu pengaruh komunikasi yang dipengaruhi oleh K-Drama adalah penggunaan frasa dalam komunikasi sehari-hari seperti, <em>\u201cannyeong<\/em>\u201d, \u201c<em>saranghae\u201d, \u201cgwenchana<\/em>\u201d yang seringkali terdengar di kalangan mahasiswa maupun Masyarakat luar. Selain itu, drakor juga mengajarkan banyak hal mengenai perilaku non-verbal yang baik, seperti menggunakan ekspresi wajah saat menunjukkan rasa simpati atau ketika menyapa seseorang. Kebanyakan mahasiswa menerapkan aspek ini di dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan begitu mereka terlihat lebih menghargai lawan bicaranya dan berperilaku sopan ketika berkomunikasi.<\/p>\n<p>Selain itu, <em>fashion <\/em>juga menjadi salah satu aspek yang paling menonjol di kalangan mahasiswa. Cara berpakaian Korea menjadi hal yang populer. Di dalam K-Drama, setiap tokoh tentunya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik. Tentunya, mahasiswa menjadi terinspirasi oleh penampilan tokoh tersebut, lalu menirunya dalam kegiatan sehari-hari. Banyak mahasiswa yang menyukai <em>fashion<\/em> Korea karena cara berpakaian nya terlihat minimalis dan elegan. Misalnya, perpaduan kaos <em>oversized<\/em> dengan celana <em>jeans<\/em> atau perpaduan cardigan, <em>t-shirt,<\/em> dan rok yang simple namun terlihat <em>stylish. <\/em><\/p>\n<p>Secara keseluruhan, dampak K-Drama tidak hanya membentuk kebiasaan \/ gaya komunikasi dan <em>fashion <\/em>mahasiswa, tetapi juga menciptakan keterikatan dan ketertarikan budaya Korea di negara Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti yang kalian ketahui, bahwa K-Drama sudah menjadi salah satu hiburan yang paling disukai oleh kalangan anak muda di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. K-Drama tidak hanya menampilkan alur cerita yang menarik, tetapi juga memperkenalkan budaya Korea. Salah satu pengaruh komunikasi yang dipengaruhi oleh K-Drama adalah penggunaan frasa dalam komunikasi sehari-hari seperti, \u201cannyeong\u201d, \u201csaranghae\u201d, \u201cgwenchana\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6355,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-6354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6354"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}