{"id":7055,"date":"2025-02-19T14:17:36","date_gmt":"2025-02-19T07:17:36","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=7055"},"modified":"2025-02-19T14:17:36","modified_gmt":"2025-02-19T07:17:36","slug":"bagaimana-artificial-intelligence-mencegah-penipuan-di-sektor-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/19\/bagaimana-artificial-intelligence-mencegah-penipuan-di-sektor-keuangan\/","title":{"rendered":"Bagaimana Artificial Intelligence Mencegah Penipuan di Sektor Keuangan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-7057 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gambar4-3-640x427.jpg\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"406\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-size: 10pt\">Sumber: Freepik<\/span><\/em><\/p>\n<h3><strong>Pengenalan AI Dalam Keamanan Finansial<\/strong><\/h3>\n<p>Di era digital yang semakin berkembang, keamanan finansial menjadi perhatian utama, terutama dengan meningkatnya ancaman penipuan dalam transaksi online. <em>Artificial intelligence<\/em> <em>(AI)<\/em> telah menjadi alat penting dalam mendeteksi dan mencegah aktivitas mencurigakan, memastikan keamanan sistem keuangan dengan analisis data yang cepat dan akurat.<\/p>\n<p>Dilansir dari Media Keuangan ID, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang bulan Desember 2024 terdapat 4.230 laporan kasus penipuan finansial, termasuk pembobolan rekening, <em>skimming<\/em>, dan bentuk-bentuk <em>cybercrime<\/em> lainnya. Angka ini menunjukkan bahwa ancaman finansial terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital.<\/p>\n<p>Kondisi ini mendorong industri keuangan untuk memanfaatkan teknologi canggih seperti <em>artificial intelligence<\/em> <em>(AI) <\/em>sebagai langkah antisipasi dalam mendeteksi dan mencegah berbagai bentuk kejahatan siber.<\/p>\n<h3><strong>Jenis Penipuan Financial yang Sering Terjadi<\/strong><\/h3>\n<p>Menurut AFPI.id, terdapat berbagai modus penipuan di dunia <em>Fintech<\/em>, salah satunya adalah <em>Carding<\/em>, yaitu aksi pembobolan kartu kredit untuk melakukan transaksi ilegal. Selain itu, terdapat pula <em>Corporate Data Theft<\/em>, di mana pelaku meretas situs web perusahaan dan mencuri data sensitif yang kemudian dijual di pasar gelap dengan harga tinggi. Lalu, ada juga <em>Phishing<\/em>, di mana pelaku menyamar sebagai lembaga keuangan resmi untuk menipu korban agar memberikan informasi sensitif, seperti data pribadi atau detail kartu keuangan. Dengan teknik manipulasi ini, pelaku dapat mengakses akun korban dan menyalahgunakannya untuk kepentingan ilegal.<\/p>\n<p>Tidak hanya dalam bentuk pencurian data dan manipulasi identitas, penipuan finansial juga marak terjadi dalam transaksi tanpa kartu atau <em>Card-Not-Present (CNP)<\/em>. Menurut laporan <em>European Central Bank<\/em> (2018), penipuan dalam transaksi <em>CNP<\/em> menjadi yang paling umum terjadi, mencakup 79% kasus, dengan sebagian besar dilakukan melalui <em>point-of-sales (POS)<\/em> di berbagai tempat pembayaran seperti restoran, minimarket, dan layanan online. Selain itu, 6% transaksi penipuan terjadi melalui ATM, dengan total kerugian akibat <em>CNP<\/em> mencapai \u20ac1,43 miliar.<\/p>\n<h3><strong>Bagaimana AI Mendeteksi dan Mencegah Penipuan<\/strong><\/h3>\n<p>Dengan berbagai modus penipuan yang semakin canggih, solusi berbasis teknologi menjadi sangat penting dalam meningkatkan keamanan finansial. Salah satu teknologi yang paling efektif dalam mendeteksi dan mencegah penipuan adalah <em>Artificial Intelligence <\/em>(AI).<\/p>\n<p>Dengan kemampuannya menganalisis data transaksi dalam jumlah besar secara <em>real-time<\/em>, AI dapat mengidentifikasi pola mencurigakan yang mungkin tidak terdeteksi oleh sistem konvensional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan model deteksi penipuan untuk terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan modus kejahatan terbaru, sehingga meningkatkan efektivitas dalam menghadapi ancaman finansial yang semakin kompleks (Akbar et al., 2024).<\/p>\n<p>Salah satu cara efektif untuk mendeteksi kecurangan dalam transaksi keuangan adalah dengan memanfaatkan teknologi <em>machine learning<\/em>. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk belajar dari data transaksi yang ada dan meningkatkan akurasi dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan. <em>Machine learning<\/em> dapat mendeteksi aktivitas penipuan dengan akurasi tinggi melalui pemantauan transaksi, identifikasi pola mencurigakan, serta deteksi anomali keuangan secara <em>real-time<\/em>. Teknologi ini memungkinkan sistem keamanan untuk merespons potensi ancaman lebih cepat dan efektif (Basri\u00a0 &amp;\u00a0 Almutairi,\u00a0 2023;\u00a0 Itri et\u00a0 al, 2021).<\/p>\n<p>Penelitian yang dilakukan oleh Gallego-Gomez (2020) pada beberapa institusi perbankan, termasuk <em>MasterCard<\/em>, menemukan bahwa untuk mencegah penipuan, bank menerapkan sistem berbasis AI yang disebut <em>Supercharging Cybersecurity<\/em>. Sistem ini menggunakan teknologi verifikasi biometrik, seperti sidik jari, untuk memastikan keamanan setiap transaksi yang dilakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><span style=\"font-size: 10pt\">Referensi:<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Afpi. 2021. \u201cWaspadai Modus Penipuan Finansial di Dunia Maya\u201d. Diakses dari <a href=\"https:\/\/afpi.or.id\/articles\/detail\/modus-penipuan-finansial-di-dunia-maya\">https:\/\/afpi.or.id\/articles\/detail\/modus-penipuan-finansial-di-dunia-maya<\/a> pada tanggal 18 Februari 2025<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Akbar, M. R., Hidayatullah, K. M. S., &amp; Sutabri, T. (2024). EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM DETEKSI PENIPUAN BERBASIS AI MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN TRANSAKSI PADA STARTUP FINANCE. J-ENSITEC (Journal of Engineering and Sustainable Technology), 10(02), 10107-10111.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Basri, W. S., &amp; Almutairi, A. (2023). Enhancing Financial Self-efficacy through Artificial Intelligence (AI) in Banking Sector. International Journal of Cyber Criminology, 17(2), 284-311.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">European\u00a0 Central\u00a0 Bank. 2018. \u201cFifth report\u00a0 on\u00a0 card\u00a0 fraud,\u00a0 September 2018\u201d. Diakses dari <a href=\"https:\/\/www.ecb.europa.eu\/press\/cardfraud\/html\/ecb.cardfraudreport201809.en.html\">https:\/\/www.ecb.europa.eu\/press\/cardfraud\/html\/ecb.cardfraudreport201809.en.html<\/a> pada tanggal 18 Februari 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Gallego-Gomez, C., &amp; De-Pablos-Heredero, C. (2020). Artificial intelligence as an enabling tool for the development of dynamic capabilities in the banking industry.\u00a0<em>International Journal of Enterprise Information Systems (IJEIS)<\/em>,\u00a0<em>16<\/em>(3), 20-33.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Itri, B., Mohamed, Y., Omar, B., &amp; Mohamed, Q. (2021). \u2018Composition of feature selection methods and oversampling techniques for banking fraud detection with artificial intelligence. Int. J. Eng. Trends Technol, 69(11), 216-226.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: Freepik Pengenalan AI Dalam Keamanan Finansial Di era digital yang semakin berkembang, keamanan finansial menjadi perhatian utama, terutama dengan meningkatnya ancaman penipuan dalam transaksi online. Artificial intelligence (AI) telah menjadi alat penting dalam mendeteksi dan mencegah aktivitas mencurigakan, memastikan keamanan sistem keuangan dengan analisis data yang cepat dan akurat. Dilansir dari Media Keuangan ID, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7057,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-7055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-accounting-technology"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7055"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7055"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7055\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}