{"id":7583,"date":"2025-03-27T15:22:11","date_gmt":"2025-03-27T08:22:11","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=7583"},"modified":"2025-03-27T15:22:11","modified_gmt":"2025-03-27T08:22:11","slug":"dampak-hobi-vlogging-terhadap-kemampuan-storytelling-dalam-ilmu-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/2025\/03\/27\/dampak-hobi-vlogging-terhadap-kemampuan-storytelling-dalam-ilmu-komunikasi\/","title":{"rendered":"DAMPAK HOBI VLOGGING TERHADAP KEMAMPUAN STORYTELLING DALAM ILMU KOMUNIKASI"},"content":{"rendered":"<p><em>Vlogging <\/em>merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dengan cara menyampaikan dan menyusun cerita yang menarik dalam bentuk video untuk menarik perhatian dan minat dari audiens. Hobi <em>vlogging<\/em> ini dapat berdampak secara signifikan terhadap perkembangan kemampuan <em>storytelling<\/em>, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dalam proses membuat sebuah vlog, maka individu harus mampu merancang narasi yang jelas terlebih dahulu, selain itu juga perlu mengatur struktur cerita, serta memilih bahasa yang sesuai dengan target penonton. Selain itu, <em>storytelling<\/em> dalam <em>vlogging<\/em> juga mengandalkan elemen visual dan audio, seperti ekspresi wajah, intonasi suara, pemilihan musik latar, dan teknik editing yang mendukung emosi serta pesan yang ingin disampaikan.<\/p>\n<p>Melalui kebiasaan vlogging, mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat mengembangkan keterampilan berbicara di depan kamera, meningkatkan kepercayaan diri, serta memahami bagaimana membangun engagement dengan audiens. Proses ini juga memperkuat pemahaman mereka tentang strategi komunikasi digital dan bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang lebih interaktif. Oleh karena itu hobi <em>vlogging<\/em> dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mengasah keterampilan komunikasi mereka secara lebih dinamis dan profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7584 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Gambar1-20.jpg\" alt=\"\" width=\"376\" height=\"283\" srcset=\"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/sites\/90\/2025\/03\/Gambar1-20.jpg 376w, https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/sites\/90\/2025\/03\/Gambar1-20-300x226.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 376px) 100vw, 376px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Sumber: Google Image<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">KHAIRUDDIN, K. (2024). Penugasan Vlog dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara dalam Bahasa inggris. <em>JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN<\/em>, <em>1<\/em>(2), 160-168.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vlogging merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dengan cara menyampaikan dan menyusun cerita yang menarik dalam bentuk video untuk menarik perhatian dan minat dari audiens. Hobi vlogging ini dapat berdampak secara signifikan terhadap perkembangan kemampuan storytelling, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dalam proses membuat sebuah vlog, maka individu harus mampu merancang narasi yang jelas terlebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7584,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-7583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7583"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7583"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7583\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}