{"id":7753,"date":"2025-04-17T09:57:06","date_gmt":"2025-04-17T02:57:06","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=7753"},"modified":"2025-04-17T09:57:06","modified_gmt":"2025-04-17T02:57:06","slug":"pelan-tapi-pasti-dia-buat-aku-meragukan-diri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/17\/pelan-tapi-pasti-dia-buat-aku-meragukan-diri-sendiri\/","title":{"rendered":"Pelan Tapi Pasti, Dia Buat Aku Meragukan Diri Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Mengapa Orang Menjadi Gaslighter? Fenomena Manipulasi Psikologis yang Semakin Disorot<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7754 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar8.jpg\" alt=\"\" width=\"271\" height=\"406\" srcset=\"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/sites\/90\/2025\/04\/Gambar8.jpg 271w, https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/sites\/90\/2025\/04\/Gambar8-200x300.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 271px) 100vw, 271px\" \/><\/p>\n<p>Gaslighting, salah satu bentuk manipulasi psikologis, semakin menjadi sorotan publik, terutama melalui diskusi di media sosial dan film populer. Istilah ini menggambarkan perilaku manipulatif yang membuat korban meragukan persepsi, ingatan, atau kewarasannya sendiri.<\/p>\n<p><strong>Apa yang Mendorong Perilaku Gaslighting?<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Kebutuhan untuk Mengontrol<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gaslighting sering dilakukan oleh individu yang memiliki kebutuhan tinggi untuk mendominasi atau mengontrol situasi. Mereka menggunakan strategi ini untuk menguasai narasi dalam hubungan, baik itu personal maupun profesional.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Kurangnya Empati<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gaslighter cenderung memiliki tingkat empati yang rendah. Mereka lebih fokus pada keuntungan pribadi dibandingkan dampak emosional yang dirasakan oleh korban.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Ketidakamanan Diri<\/li>\n<\/ol>\n<p>Di balik sikap manipulatif, sering kali ada ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Pelaku gaslighting bisa jadi merasa tidak aman dan menggunakan manipulasi untuk menjaga status quo.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanda-Tanda Gaslighting<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Memutarbalikkan Fakta<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pelaku sering kali menyangkal atau meremehkan pengalaman korban dengan mengatakan, \u201cItu tidak pernah terjadi.\u201d<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Meremehkan Emosi Korban<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mereka akan mengatakan korban \u201cterlalu sensitif\u201d atau \u201cberlebihan,\u201d membuat korban merasa tidak valid secara emosional.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Menyalahkan Korban<\/li>\n<\/ol>\n<p>Segala konflik biasanya diarahkan kembali ke korban, membuat korban merasa bertanggung jawab atas masalah yang terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Dampak Psikologis<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-7757 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/shutterstock_2202128367-640x382.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"340\" \/><\/p>\n<p>Gaslighting memiliki efek jangka panjang yang signifikan pada kesehatan mental, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Penurunan Harga Diri: Korban mulai percaya bahwa mereka memang \u201cbermasalah\u201d atau \u201ctidak kompeten.\u201d<\/li>\n<li>Kebingungan Emosional: Ketidakmampuan untuk mempercayai persepsi sendiri dapat menyebabkan rasa bingung yang mendalam.<\/li>\n<li>Kecemasan dan Depresi: Ketidakpastian terus-menerus membuat korban mengalami gangguan emosional.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Strategi Mengatasi Gaslighting<\/em><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Memahami Pola Manipulasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Edukasi diri tentang gaslighting membantu korban menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Mencatat Interaksi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Membuat catatan detail dari percakapan penting dapat membantu korban melihat pola manipulasi secara objektif.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Mencari Dukungan Profesional<\/li>\n<\/ol>\n<p>Terapi dengan psikolog atau konselor dapat membantu korban memulihkan diri dari dampak emosional gaslighting.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Kesimpulan<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang sering tersembunyi, namun dampaknya dapat merusak. Penting bagi individu untuk mengenali tanda-tanda perilaku ini dan mengambil langkah untuk melindungi diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><em>Abramson, J. (2018). Gaslighting: Manipulative Behaviors. Psychology Today.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><em>Sarkis, S. (2019). Understanding Gaslighting and Emotional Manipulation. Journal of Mental Health.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><em>Durvasula, R. (2020). Don\u2019t You Know Who I Am? How to Stay Sane in an Era of Narcissism.\u00a0\u00a0\u00a0 <\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.apa.org\/\"><em>American Psychological Association<\/em><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.thehotline.org\/\"><em>National Domestic Violence Hotline<\/em><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa Orang Menjadi Gaslighter? Fenomena Manipulasi Psikologis yang Semakin Disorot Gaslighting, salah satu bentuk manipulasi psikologis, semakin menjadi sorotan publik, terutama melalui diskusi di media sosial dan film populer. Istilah ini menggambarkan perilaku manipulatif yang membuat korban meragukan persepsi, ingatan, atau kewarasannya sendiri. Apa yang Mendorong Perilaku Gaslighting? Kebutuhan untuk Mengontrol Gaslighting sering dilakukan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7757,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-7753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psychology"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7753"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7753"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7753\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}