{"id":3928,"date":"2021-08-09T18:16:45","date_gmt":"2021-08-09T11:16:45","guid":{"rendered":"http:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=3928"},"modified":"2021-08-09T18:16:45","modified_gmt":"2021-08-09T11:16:45","slug":"5-hal-yang-harus-dipertimbangkan-saat-akan-mengambil-studi-s2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2021\/08\/09\/5-hal-yang-harus-dipertimbangkan-saat-akan-mengambil-studi-s2\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Harus Dipertimbangkan saat Akan Mengambil Studi S2"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Apakah kamu berencana melanjutkan <\/span><b>studi<\/b> <b>S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dalam waktu dekat? Yuk, pertimbangkan lima hal berikut ini agar mendapatkan keputusan yang tepat.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki gelar magister setelah lulus <\/span><b>studi S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan hal yang membanggakan bagi mayoritas orang. Pasalnya, dengan menyandang status pendidikan S2, kamu dianggap lebih unggul dan intelek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/admission-calendar\/admissions-calendar-s2\/\">Kuliah S2<\/a> juga memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri. Salah satunya, karakter kamu lebih matang dan lebih siap dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Selain itu, pendidikan S2 bisa membuka peluang untuk mendapatkan banyak relasi dan pengalaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, sebelum melanjutkan S2, kamu harus mempertimbangkan lima hal berikut ini supaya bisa mengambil langkah yang tepat.<\/span><\/p>\n<h4><b>Tujuan Melanjutkan ke Jenjang S2<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai oleh seseorang dengan disertai perencanaan dan komitmen. Tanpa tujuan, kerja keras kamu belum tentu memberikan hasil sesuai harapan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, kamu ingin melanjutkan kuliah S2 usai wisuda S1 karena mengikuti tren di kampus saat itu. Setelah kuliah S2 berjalan, semangat untuk sekadar mendengar dosen di kelas perlahan memudar. Kamu juga tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas dari dosen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika hal itu terjadi, artinya seseorang sudah kehilangan arah. Penyebab utamanya satu, ia tidak memiliki tujuan yang mampu memotivasinya untuk bertahan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kemampuan Finansial<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah menemukan tujuan <\/span><b>studi S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, kamu harus mengukur keuangan keluarga. Pastikan, kedua orang tua memiliki cukup dana untuk mengantarkan hingga menjadi menyandang gelar magister. Jika kedua orang tua tidak mampu membiayai, upayakan kamu mencari pendanaan sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu cara mencari pendanaan adalah mengikuti program beasiswa. Saat ini, banyak perusahaan atau instansi yang membuka beasiswa S2 di luar maupun dalam negeri. Namun, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, kamu harus mematuhi beberapa syarat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pertama, kamu mesti menunjukkan kualitas diri dan prestasi selama kuliah di jenjang S1. Syarat kedua, berikan bukti tertulis kepada pemberi beasiswa, bahwa kedua orang tua benar-benar tidak mampu secara finansial. Syarat ketiga, tentunya kamu harus mendapatkan rekomendasi dari dosen atau perusahaan yang mendukung.<\/span><\/p>\n<h4><b>Jurusan yang Menunjang Karier dan Impian Kamu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apakah kamu pernah salah jurusan ketika kuliah S1? Kalau pernah, pastikan tidak mengulangi hal itu lagi saat di jenjang S2. Karena itu, pilihlah jurusan kuliah yang sesuai dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">passion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan impian kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, kamu ingin menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mahir dan profesional<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Berarti, jurusan yang harus diambil adalah Teknologi Informasi atau Manajemen Sistem Informasi.<\/span><\/p>\n<h4><b>Waktu yang Dimiliki untuk Fokus Kuliah S2<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melanjutkan ke jenjang S2 tidak hanya membutuhkan dana, tetapi juga waktu yang cukup banyak untuk fokus belajar. Jika kamu sudah bekerja, pastikan sanggup untuk membagi kesempatan antara menyelesaikan tugas kuliah dan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, bagi yang sudah berumah tangga, pertimbangkan juga waktu luang untuk keluarga. Upayakan kamu tetap bisa mengerjakan tugas kuliah secara maksimal tanpa mengganggu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">quality time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bersama keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana jika kamu adalah tipe yang harus fokus pada satu urusan saja? Solusi terbaiknya; kalau tidak sanggup kuliah sambil bekerja, carilah penghasilan sampingan atau beasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Begitu pula bagi yang belum mampu membagi waktu antara pasangan dan kuliah S2, lebih baik tunda niat berkeluarga sampai wisuda.<\/span><\/p>\n<h4><b>Target Menuntaskan Kuliah S2<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selama kuliah S2, kamu bisa jadi mengalami beberapa masalah yang mengusik konsentrasi. Ada kalanya, masalah itu\u2014mungkin\u2014membuat semangat berkurang dan hati tidak tenang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain masalah, sesuatu bisa saja menggoyahkan fokus kamu untuk menuntaskan S2 dalam waktu cepat. Misalnya, saat kuliah S2, kamu jatuh cinta pada seseorang dan memutuskan untuk menikah. Padahal, pernikahan itu tidak ada di deretan rencana jangka pendek. Jadi, bagaimana solusinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Solusinya adalah menguatkan komitmen untuk menyelesaikan kuliah S2 sesuai target. Cara menguatkan komitmen, yakni dengan mengingat tujuan kuliah S2 dan perjuangan kamu dalam meraihnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Banyak cara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, salah satunya dengan mendaftar di BINUS UNIVERSITY. Kampus swasta terbaik di Indonesia ini menyediakan jurusan berkualitas pada program <\/span><b>studi S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Kamu bisa memilih jurusan Manajemen, <a href=\"https:\/\/mti.binus.ac.id\/?_ga=2.253667407.736817170.1628587986-427932080.1605770793\">Teknologi Informasi<\/a>, <a href=\"https:\/\/mmsi.binus.ac.id\/?_ga=2.253667407.736817170.1628587986-427932080.1605770793\">Sistem Informasi<\/a>, <a href=\"https:\/\/maksi.binus.ac.id\/?_ga=2.253667407.736817170.1628587986-427932080.1605770793\">Akuntansi<\/a>, <a href=\"https:\/\/mie.binus.ac.id\/?_ga=2.253667407.736817170.1628587986-427932080.1605770793\">Teknik Industri<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mik.binus.ac.id\/?_ga=2.253667407.736817170.1628587986-427932080.1605770793\">Komunikasi<\/a>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu berencana melanjutkan studi S2 dalam waktu dekat? Yuk, pertimbangkan lima hal berikut ini agar mendapatkan keputusan yang tepat. Memiliki gelar magister setelah lulus studi S2 merupakan hal yang membanggakan bagi mayoritas orang. Pasalnya, dengan menyandang status pendidikan S2, kamu dianggap lebih unggul dan intelek.\u00a0 Kuliah S2 juga memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,11],"tags":[],"class_list":["post-3928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-event","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3928"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}