{"id":3956,"date":"2021-08-30T16:35:26","date_gmt":"2021-08-30T09:35:26","guid":{"rendered":"http:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=3956"},"modified":"2021-08-30T16:35:26","modified_gmt":"2021-08-30T09:35:26","slug":"mau-meneruskan-pendidikan-s2-apakah-harus-linier-dengan-s1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2021\/08\/30\/mau-meneruskan-pendidikan-s2-apakah-harus-linier-dengan-s1\/","title":{"rendered":"Mau Meneruskan Pendidikan S2, Apakah Harus Linier dengan S1?"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Linieritas kerap menjadi pertimbangan lulusan S1 yang ingin melanjutkan <\/span><b>pendidikan S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Apakah linieritas sebuah keharusan? Simak pembahasannya berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melanjutkan studi ke jenjang S2 merupakan salah satu cara untuk meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan menambah relasi. Melalui <\/span><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/admission-calendar\/admissions-calendar-s2\/\"><b>pendidikan S2<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, kamu juga bisa mendapatkan peluang penghasilan lebih tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, sebagian orang kerap memikirkan linieritas jurusan di jenjang S1 dengan <\/span><b>pendidikan S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Jika memilih jurusan linier, mereka belum tentu membutuhkannya di dunia kerja. Sebaliknya, ketika memutuskan masuk ke rumpun ilmu yang tidak linier, banyak tantangan yang harus dilewati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lantas, bagaimana cara mempertimbangkan linieritas studi S1 dan S2? Berikut ini penjelasan selengkapnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pilihan Jurusan untuk Studi S2 Harus Mendukung Karirmu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahukah kamu, sekitar 65 persen lulusan S1 di Indonesia bekerja di bidang tidak linier dengan jurusan kuliahnya? Sebagian dari mereka terpaksa mengambil pekerjaan tersebut karena didesak kebutuhan. Sementara itu, sisanya merasa karier yang kini ditempuh cocok dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">passion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kendati demikian, masih ada 25 persen lulusan S1 yang memilih pekerjaan sesuai bidang keilmuan semasa kuliah. Rata-rata mereka pun sukses dalam pekerjaan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, bagaimana mereka memilih jurusan ketika harus meneruskan ke jenjang S2?\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika kamu berada di posisi mereka, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah peta karier. Sejak awal kuliah sampai sekarang, setiap orang pasti memiliki cita-cita. Nah, cita-cita itu menjadi cikal bakal peta karirmu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau karirmu tidak menuntut untuk mengambil jurusan linier, kamu bisa masuk ke bidang keilmuan lain. Sebagai contoh, kamu adalah lulusan S1 jurusan ekonomi yang bekerja sebagai pegawai bank. Untuk menaikkan jabatan, pimpinan bank mewajibkan karyawannya kuliah S2.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena pimpinan tidak mewajibkan linieritas jurusan, maka kamu boleh mengambil bidang keilmuan berbeda di jenjang S2. Misalnya, dari jurusan ekonomi melanjutkan kuliah S2 di rumpun keilmuan manajemen atau administrasi publik.<\/span><\/p>\n<h4><b>Linieritas\u00a0 Diperlukan Jika Kamu Bercita-cita Jadi ASN<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apakah kamu memiliki cita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak kecil? Untuk menjadi ASN, banyak syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah pilihan jabatan saat seleksi ASN harus sesuai jurusan kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, seleksi ASN tahun ini membuka jabatan dosen untuk mengajar mahasiswa S1 jurusan Teknologi Informasi. Kualifikasi yang diwajibkan adalah lulusan minimal S2 dalam satu rumpun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena Teknologi Informasi rumpun dari Teknik Elektro dan Informatika, kamu yang kuliah S2 Teknik Komputer masih bisa mendaftar. Selain itu, lulusan S2 Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika juga memiliki peluang untuk diterima sebagai dosen ASN.<\/span><\/p>\n<h4><b>Linieritas\u00a0 Tidak Wajib untuk Dosen, tetapi Pertimbangkan Manfaatnya\u00a0\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejak tahun 2014, pemerintah tidak mewajibkan dosen di perguruan tinggi melanjutkan kuliah di bidang keilmuan yang sama. Namun, perlu kamu ketahui, dosen dengan jurusan linier akan mendapatkan manfaat berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kamu memiliki peluang untuk mengajar di kampus yang mengharuskan dosennya linier.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kamu bisa dipertimbangkan oleh kampus\u2014yang mewajibkan dosen linier\u2014untuk menjadi pengajar tetap dengan gaji tinggi.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dosen linier memiliki kesempatan mengajar semua mata kuliah karena pernah mendapatkannya ketika jenjang S1.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika mengambil kuliah S2 linier, kamu lebih mudah menguasai dan mendapatkan nilai tinggi. Pasalnya, keilmuan dasar sudah dipelajari sejak menempuh pendidikan S1. Bahkan, kamu berkesempatan mendapatkan beasiswa untuk jenjang S3.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan mengambil jurusan linier, kamu lebih mudah melakukan riset di bidang masing-masing. Selain itu, peluang untuk mendapatkan dukungan riset secara finansial lebih besar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika <\/span><b>pendidikan<\/b> <b>S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> linier dengan S1, kamu mudah mengajukan diri menjadi guru besar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kamu bisa melanjutkan tema riset yang digunakan ketika skripsi di jenjang S1 untuk tesis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah pembahasan seputar linieritas <\/span><b>pendidikan S2<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dengan jenjang S1 yang harus kamu pahami. Jika kamu mempunyai rencana <a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/admission-calendar\/admissions-calendar-s2\/\">kuliah S2<\/a> dalam waktu dekat, BINUS UNIVERSITY bisa menjadi pilihan universitas.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia ini program Master Track untuk disiplin ilmu bisnis dan komputer. Kamu juga bisa memilih program S2 dengan pilihan jurusan di rumpun ilmu bisnis, komputer, akuntansi, komunikasi, dan teknik. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Linieritas kerap menjadi pertimbangan lulusan S1 yang ingin melanjutkan pendidikan S2. Apakah linieritas sebuah keharusan? Simak pembahasannya berikut ini! Melanjutkan studi ke jenjang S2 merupakan salah satu cara untuk meningkatkan skill dan menambah relasi. Melalui pendidikan S2, kamu juga bisa mendapatkan peluang penghasilan lebih tinggi.\u00a0 Namun, sebagian orang kerap memikirkan linieritas jurusan di jenjang S1 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,11],"tags":[],"class_list":["post-3956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-event","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3956"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3956"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}