{"id":4158,"date":"2022-03-09T13:27:28","date_gmt":"2022-03-09T06:27:28","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4158"},"modified":"2022-03-09T13:27:28","modified_gmt":"2022-03-09T06:27:28","slug":"pengaruh-beban-angin-dinamis-dalam-pembangunan-jembatan-bentang-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2022\/03\/09\/pengaruh-beban-angin-dinamis-dalam-pembangunan-jembatan-bentang-panjang\/","title":{"rendered":"Pengaruh Beban Angin Dinamis Dalam Pembangunan Jembatan Bentang Panjang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, 9 Maret 2022<\/strong>\u00a0\u2013 Jembatan memiliki peran penting sebagai penghubung moda transportasi darat, terutama di Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau.<\/p>\n<p>Ada 2 tipe jembatan panjang yang umum dibangun saat ini, yaitu jembatan tipe pelengkung rangka baja di mana bentang utama terpanjang saat ini dipegang oleh Jembatan Kutai Kartanegara dan tipe\u00a0<em>cable stayed\u00a0<\/em>di mana bentang terpanjang dipegang oleh Jembatan Suramadu. Lalu, bagaimana pedoman pembangunan suatu jembatan sehingga memaksimalkan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya?<\/p>\n<p>Hal inilah yang menjadi topik orasi ilmiah; Kinerja Jembatan Bentang Panjang di Indonesia dari Pengaruh Angin Dinamik dan Tantangan Perencanaan ke Depan, yang disampaikan oleh Prof. Ir. Made Suangga, M.T., D. Eng dalam Upacara Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar Tetap BINUS UNIVERSITY.<\/p>\n<h4><strong>Perlunya Perhatian Khusus Terhadap Pengaruh Beban Angin Dinamis dalam Pembangunan Jembatan Bentang Panjang<\/strong><\/h4>\n<p>Menurut Prof. Made, jembatan bentang panjang memerlukan perhatian serius terhadap pengaruh beban angin dinamis. Perencanaan jembatan panjang juga membutuhkan data dan tahapan yang berbeda di banding dengan jembatan bentang pendek di antaranya terkait kebutuhan data angin, penentuan bentuk penampang, pemeriksaan kestabilan akibat angin dinamik dan perlu tidaknya uji terowongan angin.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4161 size-medium\" src=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-768x587.png\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"587\" \/><\/a><\/p>\n<p>Oleh karenanya Prof. Made melakukan evaluasi terhadap beberapa jembatan di Indonesia, seperti 3 buah jembatan pelengkung rangka baja yaitu Jembatan Tayan Kapuas, Jembatan Musi VI, Jembatan Teluk Mesjid, serta 2 buah Jembatan\u00a0<em>Cable Stayed<\/em>\u00a0yaitu Jembatan Merah Putih dan Jembatan Suramadu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-2.png.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4162 size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-2.png-768x370.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"370\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pedoman yang digunakan untuk melakukan evaluasi adalah CD 363 Aerodynamic Effects on Bridges. Dalam peraturan ini, terdapat beberapa persyaratan yang digunakan untuk menentukan apakah suatu jembatan memiliki kinerja yang baik akibat beban angin dinamik, seperti persyaratan bentuk geometrik, serta persyaratan yang berhubungan dengan fenomena\u00a0<em>vortex induced vibration<\/em>,\u00a0<em>galloping<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>stall flutter, classical flutter,<\/em>\u00a0serta kebutuhan uji terowongan angin. Sebagai penutup orasi, Beliau menggagas peluang yang dapat dikontribusikan dari BINUS UNIVERSITY. Di tahap awal perencanaan, gaya angin pada dek jembatan dapat dihitung dengan Software Computational Fluid Dynamic (CFD) yang dimiliki Jurusan Teknik Sipil BINUS UNIVERSITY.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara Jurusan Teknik Sipil, Jurusan Sistem Informatika dan Jurusan Sistem Komputer memiliki kapasitas dan sumber daya untuk melakukan proses monitoring kecepatan angin dan getaran jembatan. Lebih lanjut lagi\u00a0<em>Digital Twins<\/em>\u00a0dalam Teknik Sipil ke depannya dapat terus \u00a0dikembangkan.<\/p>\n<h5><strong>Guru Besar bidang ilmu Rekayasa Konstruksi dan Monitoring Infrastruktur<\/strong><\/h5>\n<p>Prof. Made merupakan Guru Besar Tetap ke sepuluh yang dikukuhkan BINUS UNIVERSITY dalam bidang ilmu Rekayasa Konstruksi dan Monitoring Infrastruktur. Upacara Pengukuhan dilakukan pada Sidang Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat sekaligus Rektor BINUS UNIVERSITY, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M. serta dihadiri Dewan Guru Besar, Pimpinan BINA NUSANTARA, keluarga, dan tamu undangan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-3.png.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4160 size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-3.png-768x503.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"503\" \/><\/a><\/p>\n<p>Beliau merupakan salah satu Guru Besar dengan latar belakang praktisi yang kuat. Beliau memiliki sertifikasi Dosen Ahli Utama Perencana Jalan, Ahli Utama Perencana Jembatan, dan sebagai Insinyur Profesional Madya. Saat ini Beliau tercatat sebagai Faculty Member pada Program Civil Engineering BINUS UNIVERSITY dan juga pengajar untuk program pasca sarjana di program studi Magister Manajemen Sistem Informasi BINUS Graduate Program.<\/p>\n<p>\u201cJabatan akademik Guru Besar merupakan suatu anugerah sekaligus amanat yang sangat besar bagi saya. Anugerah karena ini merupakan cita-cita saya sebagai dosen. Tetapi juga merupakan amanat dari Pemerintah kepada saya agar terus mengembangkan keilmuan, melaksanakan Tridharma, menjaga nilai-nilai akademik dan mengembangkan institusi dimana saya bernaung. Semoga saya mampu menjalankan amanat tersebut\u201d, ujar Prof. Made menutup orasinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-4.png.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4159 size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2022\/03\/Prof-Made-Suangga-4.png-768x453.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"453\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pengukuhan Prof. Made sebagai Guru Besar Tetap merupakan salah satu dari rangkaian acara Pengukuhan 6 Guru Besar Tetap yang dikukuhkan BINUS UNIVERSITY yang diselenggarakan pada tanggal 7, 9, 12, 14, 15, 16 Maret 2022 dan bertempat di Auditorium lantai 4 BINUS UNIVERSITY Kampus Anggrek, Jakarta.<\/p>\n<p>Sebagai Perguruan Tinggi Indonesia bereputasi global, BINUS UNIVERSITY terus berkomitmen memberikan kontribusi bagi pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah melahirkan Guru Besar yang dengan pemikiran dan karyanya dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Profil Guru Besar Tetap BINUS University - Prof. Ir. Made Suangga, M.T., D. Eng\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/XTxddOvxvSc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 9 Maret 2022\u00a0\u2013 Jembatan memiliki peran penting sebagai penghubung moda transportasi darat, terutama di Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Ada 2 tipe jembatan panjang yang umum dibangun saat ini, yaitu jembatan tipe pelengkung rangka baja di mana bentang utama terpanjang saat ini dipegang oleh Jembatan Kutai Kartanegara dan tipe\u00a0cable stayed\u00a0di mana bentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4153,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,11],"tags":[],"class_list":["post-4158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-event","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4158"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}