{"id":4287,"date":"2022-05-21T13:10:10","date_gmt":"2022-05-21T06:10:10","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4287"},"modified":"2022-05-21T13:10:10","modified_gmt":"2022-05-21T06:10:10","slug":"pengertian-augmented-reality-dan-contoh-penerapannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2022\/05\/21\/pengertian-augmented-reality-dan-contoh-penerapannya\/","title":{"rendered":"Pengertian Augmented Reality dan Contoh Penerapannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Seiring perkembangan zaman, banyak pula perkembangan teknologi yang dihasilkan. Salah satu teknologi yang kini sedang banyak dibicarakan adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut? Jika belum, mari pahami pengertian, cara kerja, dan contoh implementasinya dalam kehidupan berikut ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mengenal <\/b><b><i>Augmented Reality<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah teknologi yang bisa dikatakan \u2018menjembatani\u2019 dunia nyata dengan dunia digital. Mungkin teknologi ini terdengar asing, tapi faktanya, teknologi ini sudah digunakan sejak lama dan bisa jadi teknologi ini sudah Anda rasakan tanpa disadari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada 2016, banyak orang berbincang mengenai suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> fenomenal, bernama Pokemon GO. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini menarik perhatian masyarakat karena mengharuskan pemainnya berkeliling jalan hanya untuk mencari monster yang terdapat di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Itulah gambaran teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang diterapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Pokemon GO.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Perjalanan Singkat <\/b><b><i>Augmented Reality<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi yang ditemukan oleh Ivan Sutherland pada tahun 1968 ini awalnya hanya digunakan untuk mendapatkan informasi geografis, yakni untuk melihat kemiringan pada tanah. Karena fungsinya yang masih terbatas, teknologi ini hanya dimanfaatkan oleh industri penerbangan dan militer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian, pada 2008, publik dikejutkan dengan perusahaan otomotif BMW yang menggunakan teknologi AR dalam mempromosikan mobil buatannya yang disisipkan melalui majalah cetak. Jika kamera komputer diarahkan ke lembaran tersebut, akan muncul gambar mobil BMW Mini pada layar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi ini terus dikembangkan hingga digunakan banyak perusahaan. Perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi ini, antara lain perusahaan konstruksi, perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, tempat pariwisata, hingga merembet ke dunia pendidikan. Hal ini akan terus berlanjut seiring dengan penyebarluasan ponsel pintar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Cara Kerja <\/b><b><i>Augmented Reality<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">virtual reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang memindahkan seluruh aspek realitas ke dalam simulasi digital atau virtual dengan perangkat keras (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hardware<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tergolong unik, sebab realitas tidak sepenuhnya dipindahkan ke dalam simulasi digital. Berdasarkan informasi yang didapat dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.constructdigital.com\/insight\/how-does-augmented-reality-ar-work\"><span style=\"font-weight: 400\">Construct Digital<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, AR bekerja melalui tiga komponen berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Perangkat keras (hardware)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> hanya dapat dilihat melalui perangkat keras yang bisa menampilkan gambar secara digital. Perangkat tersebut berupa kacamata khusus atau layar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sistem kerjanya menggunakan prosesor yang dapat memerintah program untuk melakukan pekerjaan yang dikehendaki penggunanya serta perangkat grafis yang bekerja untuk menampilkan gambar pada layar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya perangkat keras (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hardware<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) yang bekerja untuk memindahkan realitas ke dalam tampilan digital adalah sensor. Terdapat beragam jenis sensor sesuai dengan fungsinya masing-masing.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sensor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">proximity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berfungsi mengukur jarak benda;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sensor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gyroscope<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berfungsi mengukur posisi perangkat;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sensor kedalaman yang berfungsi mengukur kedalaman;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sensor cahaya yang berfungsi mengukur pencahayaan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sensor akselerasi yang berfungsi mengukur kecepatan, gerakan, dan rotasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><b>Perangkat lunak (<\/b><b><i>software<\/i><\/b><b>)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perangkat lunak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) memiliki tugas untuk menjalankan sistem terhadap perangkat keras, misalnya pada perangkat sensor, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bekerja untuk menjalankan sistem pengukuran kedalaman, jarak, posisi perangkat, kecepatan, gerakan, rotasi, hingga pencahayaan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Aplikasi<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terletak pada suatu wadah yang menyimpan program kerjanya, yaitu aplikasi. Pada umumnya, penggunaan AR memiliki aplikasi yang berbeda-beda sesuai dengan pengembang atau perusahaan pengelola teknologi tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Implementasinya dalam Kehidupan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melihat usianya yang sudah cukup tua, teknologi AR telah mengalami berbagai pengembangan hingga memperoleh fitur dan penggunaan yang beragam, tak terkecuali penggunaannya dalam sektor industri. Kini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> telah dimanfaatkan oleh banyak perusahaan seperti berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Video game<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak bisa dipungkiri bahwa titik awal masyarakat mengenal teknologi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berasal dari kesuksesan Pokemon Go dalam menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game play<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-nya yang unik. Bahkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini ikut mempromosikan kesehatan melalui olahraga jogging yang bisa dilakukan sambil memainkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut. Dampaknya, kini banyak perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lainnya yang ikut menggunakan teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Retail<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu perusahaan retail yang menggunakan teknologi AR adalah IKEA. Pengembangan teknologi ini sudah dilakukan IKEA sejak tahun 2012 yang difungsikan untuk melihat simulasi barang seperti kursi ketika ditempatkan di ruang tamu konsumen. Penggunaan teknologi ini disinyalir dapat meningkatkan pengalaman pengguna (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dalam mendukung persaingan di bidang bisnis.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Media sosial<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara tidak sadar, Anda pernah menggunakan teknologi ini dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">filter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> media sosial dan aplikasi foto lainnya. Wajah yang terpampang di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah realitas yang dipindahkan ke dalam ruang maya, sehingga Anda bisa mengubahnya dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">filter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> apa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah informasi seputar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Untuk mendalami teknologi ini, Anda bisa mengikuti studi S2 Teknik Informatika di <\/span><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/2018\/02\/13\/pendaftaran-mti-mmsi\/\"><span style=\"font-weight: 400\">BINUS GRADUATE PROGRAM<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Selain bisa menyelesaikan studi dengan lebih singkat, yakni 1,5 tahun, Anda juga bisa mengikuti berbagai kelas secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blended learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tunggu apa lagi? Dapatkan informasi lebih lanjut dengan klik <\/span><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/\"><span style=\"font-weight: 400\">di sini!<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring perkembangan zaman, banyak pula perkembangan teknologi yang dihasilkan. Salah satu teknologi yang kini sedang banyak dibicarakan adalah augmented reality. Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut? Jika belum, mari pahami pengertian, cara kerja, dan contoh implementasinya dalam kehidupan berikut ini! &nbsp; Mengenal Augmented Reality Augmented reality adalah teknologi yang bisa dikatakan \u2018menjembatani\u2019 dunia nyata dengan dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4288,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4287"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4287"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4287\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}