{"id":4556,"date":"2023-03-31T15:28:10","date_gmt":"2023-03-31T08:28:10","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4556"},"modified":"2023-03-31T15:28:10","modified_gmt":"2023-03-31T08:28:10","slug":"sabet-akreditasi-unggul-kurikulum-s2-teknik-industri-binus-adopsi-industri-4-0","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/03\/31\/sabet-akreditasi-unggul-kurikulum-s2-teknik-industri-binus-adopsi-industri-4-0\/","title":{"rendered":"Sabet Akreditasi \u201cUnggul\u201d, Kurikulum S2 Teknik Industri BINUS Adopsi Industri 4.0"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Program studi Master of Industrial Engineering (MTD) BINUS Graduate Program (BGP) resmi masuk jajaran 5 prodi S2 teknik industri di Indonesia yang berhasil mendapatkan akreditasi dengan predikat \u201cUnggul\u201d dari LAM TEKNIK.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan prestasi yang luar biasa bagi MTD selama 8 tahun didirikan sejak 2014. Bagi mahasiswa tentunya ini menjadi sebuah rekognisi sedangkan bagi kami ini tentunya membuktikan kualitas pembelajaran di prodi MTD telah diakui secara nasional,\u201d kata Dr Muhammad Asrol, Head of Master of Industrial Engineering Study Program, saat wawancara daring pada Senin (13\/03\/2023).<\/p>\n<p>Bagi para dosen, lanjut Asrol, akreditasi tersebut merupakan kebanggaan karena tempat mereka mengabdikan diri diakui pemerintah sebagai prodi yang unggul. Prestasi ini mendorong BINUS untuk terus meningkatkan kontribusi dan pengabdian diri kepada masyarakat dan bangsa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2023\/03\/Tekhnik-Industri-2-bgp-revisi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4558 aligncenter\" src=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2023\/03\/Tekhnik-Industri-2-bgp-revisi-768x512.jpg\" alt=\"\" width=\"509\" height=\"339\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Menyerap konsep Industri 4.0<\/strong><\/p>\n<p>Asrol menyadari bahwa dunia industri berkembang dengan kecepatan tinggi sehingga kurikulum di prodi MTD tak boleh lapuk dimakan zaman. Era Industri 4.0 berada di pelupuk mata. Pelaku industri berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam mengadopsi konsep ini ke dalam bisnis mereka, bersiap-siap memenangkan persaingan industri.<\/p>\n<p>\u201cKami mengejar dan mempersiapkan program studi ke sana sehingga visi misi yang kami susun, termasuk juga kurikulum, kami sesuaikan dengan gol-gol dalam Industri 4.0. Kurikulum kami fokus pada simulasi and <em>data science,<\/em> kemudian <em>supply chain engineering<\/em>. Banyak juga mahasiswa kami berminat pada topik-topik ini,\u201d ujar Asrol.<\/p>\n<p>Sementara itu, latar belakang mahasiswa MTD yang kebanyakan merupakan profesional dengan beragam pengalaman pun membuat suasana kelas lebih aktif dan interaktif. Asrol menceritakan bahwa pembelajaran terjadi secara dua arah.<\/p>\n<p>\u201cTidak hanya materi yang disampaikan oleh dosen, mahasiswa juga memperkaya materi ini dengan berdiskusi sesuai pengalaman dan pengetahuan mereka di kelas,\u201d dia melanjutkan.<\/p>\n<p>Lebih dari itu, MTD juga melibatkan banyak pihak ketika melakukan pembaruan kurikulum, yakni pelaku industri, kalangan akademisi di luar BINUS, alumni, serta mahasiswa aktif. Mereka memberikan masukan membangun terkait materi pembelajaran yang dijalankan.<\/p>\n<p>\u201cKami tahu bahwa dosen mungkin tidak selamanya <em>update<\/em> terhadap dunia luar sehingga kami harus mendengarkan perspektif lain. Kami juga mendengar pendapat dari mahasiswa ketika mereka sudah lulus dan ini juga menjadi masukan bagi kami,\u201d ucap Asrol.<\/p>\n<p>Untuk memperluas pengalaman dan pengetahuan mahasiswa, MTD juga rutin menyediakan slot waktu kepada praktisi dari industri atau akademisi di luar BINUS untuk memberikan kuliah umum. Setiap satu mata kuliah, ada minimal dua kuliah umum dari tokoh-tokoh ini, baik dari dalam maupun luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cDengan demikian kurikulum yang kami ajarkan juga dituntut disesuaikan dengan perkembangan zaman,\u201d kata Asrol.<\/p>\n<p><strong>Membangun kerangka pikir<\/strong><\/p>\n<p>Tak hanya mengembangkan pengetahuan terkait teknik industri, menurut Asrol, perkuliahan di jenjang S2 menekankan pada cara membangun kerangka berpikir yang sistematis dan terstruktur.<\/p>\n<p>\u201cHal ini membantu mahasiswa untuk menyusun masalah dan mencari solusi. Teknik atau metode apa saja yang bisa mereka gunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi berangkat dari kerangka pemikirannya dulu, baru kemudian kemampuan lain turut diasah, seperti kemampuan optimasi, simulasi, design dan seterusnya,\u201d dia memaparkan.<\/p>\n<p>Selama perkuliahan pun, para dosen akan membantu mahasiswa agar mampu memahami persoalan-persoalan dalam bidang teknologi simulasi, <em>data science<\/em>, sistem otomasi manufaktur, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Program magister teknik industri tak hanya membantu mengakselerasi kompetensi, tapi juga mendorong mahasiswa mengembangkan karier. Asrol menjelaskan bahwa para alumni MTD banyak bekerja sebagai profesional \u00a0industri maupun akademisi.<\/p>\n<p>\u201cSaya banyak dengar cerita dari mereka (alumni) yang jabatannya naik (setelah lulus). Ada juga yang kemudian banyak memberikan pelatihan di mana-mana,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Pengalaman para alumni selama mengenyam bangku kuliah pun tak pelak menjadi modal berharga yang membantu mereka berkontribusi lebih baik kepada perusahaan tempat mereka berkarier sekaligus masyarakat luas.<\/p>\n<p><strong>Tak perlu ijazah S1 teknik industri<\/strong><\/p>\n<p>Saat ini, Asrol melihat tren keilmuan teknik cukup meningkat di industri. Kebutuhannya terus melonjak sehingga peminat program MTD juga ikut merangkak naik. Bahkan, ada pula mahasiswa MTD yang bukan berasal dari latar belakang pendidikan S1 teknik industri.<\/p>\n<p>\u201cDemografi mahasiswa MTD yang kami terima itu paling banyak adalah lulusan (S1) dari teknik industri, kemudian juga teknik mesin, lalu kami juga menerima mahasiswa-mahasiswa dari bisnis manajemen, juga beberapa dari akuntansi,\u201d dia menerangkan.<\/p>\n<p>Ketika mendaftar, prodi akan melihat latar belakang pendidikan dan Indeks Prestasi Kumulatif. Selanjutnya, calon mahasiswa yang bukan berasal dari S1 teknik industri akan melewati tahap wawancara.<\/p>\n<p>\u201cKami lihat pengalaman mereka karena bisa jadi walaupun latar belakang pendidikannya bukan teknik industri, pekerjaannya sudah bertahun-tahun di bidang industri. Jika kasusnya seperti ini, kami akan mempertimbangkan untuk diterima,\u201d ujar Asrol.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, mereka akan ditanya tentang motivasi dan persiapan mereka untuk mengikuti perkuliahan serta apa yang akan mereka kerjakan selama tiga semester perkuliahan nanti. Dari jawaban para calon mahasiswa, pihak prodi bisa merencanakan strategi pengawasan untuk membantu mereka selama berkuliah di MTD.<\/p>\n<p>\u201cKetika sudah kuliah, kami juga dorong dosen untuk memperhatikan mahasiswa tersebut. Tentu kami paham bahwa mereka perlu mendapat kesempatan untuk memahami teori-teori dasar,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Selain itu, dosen pun akan mendorong mereka untuk berani berbicara dan menyampaikan pendapat di kelas, terlepas dari latar belakang pendidikan mereka sebelumnya. Hal ini penting agar pembelajaran di kelas bisa dilakukan seinteraktif mungkin.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2023\/03\/MTD_IGP.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4569 aligncenter\" src=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/files\/2023\/03\/MTD_IGP-768x768.jpg\" alt=\"\" width=\"452\" height=\"452\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Gelar \u201cmaster\u201d semakin penting<\/strong><\/p>\n<p>Senada dengan Asrol, Director Binus Graduate Program Sani Muhammad Isa melihat masyarakat kini lebih menyadari pentingnya studi pasca sarjana. Apalagi banyak perusahaan yang mencantumkan kualifikasi minimal magister untuk menempati posisi-posisi tertentu.<\/p>\n<p>\u201cMereka ingin belajar lebih lanjut, ingin mendalami ilmu lebih dalam, dan mungkin juga ingin mendapatkan pengalaman serta <em>networking<\/em>,\u201d kata Sani.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, calon mahasiswa bisa mendapat nilai lebih lainnya ketika berkuliah di BINUS Graduate Program. Sani menceritakan bahwa lingkungan perkuliahan di BINUS mendukung komunikasi yang sehat dan hangat antara mahasiswa dan dosen.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan pengalaman saya, di BINUS itu hubungan antara dosen dengan mahasiswa lebih cair. Jadi mahasiswa tidak perlu ragu karena komunikasinya berjalan dengan sangat baik. Kalau ada kendala langsung dibantu,\u201d ucap dia.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Sani mendorong calon mahasiswa untuk tidak ragu mendaftar ke program pasca sarjana di BGP. Selain didukung dosen berpengalaman, perkuliahan juga sangat fleksibel dengan opsi kelas reguler dan <em>blended learning<\/em> bagi mereka yang memiliki dinamika kerja tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKalau mahasiswa senang dengan sesi yang sinkronus, bisa bertemu dosen langsung, bisa berdiskusi dengan dosen kapanpun secara langsung, mereka bisa memilih program reguler. Kalau dia punya keterbatasan dalam hal waktu maupun lokasi dan tidak mudah untuk mengakses kampus BINUS langsung, kami pun menyediakan <em>blended learning<\/em>,\u201d papar Sani.<\/p>\n<p>Dia juga menginformasikan bagi calon mahasiswa yang memiliki pertanyaan seputar program studi, persyaratan, maupun halnya, agar langsung menghubungi pihak BGP. Calon mahasiswa juga bisa memanfaatkan <em>open consultation<\/em> yang rutin diadakan oleh BINUS untuk menggali informasi lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Program studi Master of Industrial Engineering (MTD) BINUS Graduate Program (BGP) resmi masuk jajaran 5 prodi S2 teknik industri di Indonesia yang berhasil mendapatkan akreditasi dengan predikat \u201cUnggul\u201d dari LAM TEKNIK. \u201cIni merupakan prestasi yang luar biasa bagi MTD selama 8 tahun didirikan sejak 2014. Bagi mahasiswa tentunya ini menjadi sebuah rekognisi sedangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4556"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}