{"id":4619,"date":"2023-05-08T15:32:52","date_gmt":"2023-05-08T08:32:52","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4619"},"modified":"2023-05-08T15:32:52","modified_gmt":"2023-05-08T08:32:52","slug":"sedang-merasa-gagal-mungkin-kamu-perlu-membaca-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/05\/08\/sedang-merasa-gagal-mungkin-kamu-perlu-membaca-ini\/","title":{"rendered":"Sedang Merasa Gagal? Mungkin Kamu Perlu Membaca Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap orang pasti pernah setidaknya sekali dalam hidupnya merasa gagal. Apa pun ukurannya, merasa gagal adalah perasaan nyata yang bisa dialami oleh siapa saja. Kamu boleh saja merasa gagal, tetapi jangan pernah menjadikan kegagalan sebagai \u2018cap permanen\u2019 bagi dirimu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di zaman di saat media sosial menjadi kiblat, foto-foto yang di-filter serta cerita-cerita sukses orang lain yang terdengar \u2018wah\u2019 akan dengan mudah menghancurkan rasa puas dalam dirimu. Ketika temanmu sudah mengendarai Tesla sementara kamu masih mencari-cari apa tujuan hidupmu, kamu lantas merasa apa yang sudah kamu usahakan selama ini sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau kamu pernah merasa seperti itu, coba pikirkan sejenak. Mengapa banyak orang yang pernah gagal tetap sukses pada akhirnya? Apa yang mereka lakukan dengan kegagalan mereka? Bagaimana mereka mengubah kegagalan menjadi bahan bakar untuk berjuang lebih keras dan menjadi lebih baik lagi? Saat kamu merasa berada pada titik terendah, ada beberapa hal yang bisa kamu pikirkan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cTidak semua yang aku inginkan terjadi, tetapi toh aku tetap baik-baik saja.\u201d<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Coba kamu ingat-ingat lagi. Pernahkah kamu merasa gagal sebelumnya? Apakah kamu jadi hancur setelahnya? Pertahankan kegagalanmu dalam perspektif yang tepat dan pilihlah untuk tetap bersyukur pada apa yang kamu punya. Kesehatan, keluarga yang utuh, atau apa pun\u2014pasti ada sesuatu yang kamu miliki yang masih layak disyukuri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">2. \u201cKegagalan adalah bukti kalau aku sudah berusaha sekuat tenagaku.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kamu bisa saja menjalani hidup yang membosankan dan bebas dari kegagalan. Namun, kalau kamu ingin menjadi diri kamu yang lebih baik, kamu harus melakukan sesuatu yang mungkin akan menyebabkan kegagalan. Ketika kamu jatuh, itu adalah bukti kalau kamu pernah \u2018memanjat\u2019 untuk meraih sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">3. \u201cAku hanya akan fokus pada hal-hal yang bisa aku kendalikan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kegagalan tidak selalu bersifat personal. Ketika kamu gagal mendapatkan beasiswa yang kamu inginkan, bukan berarti kamu tidak cukup baik. Mungkin saja kamu sedang berkompetisi dengan seseorang yang memiliki kualifikasi lebih. Fokuslah pada sesuatu yang bisa kamu kendalikan. Ketimbang menyalahkan kesuksesan orang lain, lakukan sesuatu yang bisa membuatmu menyamai keberhasilan orang itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">4. . \u201cKegagalan itu menyebalkan, tetapi aku bisa kok menghadapinya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meragukan kemampuan dirimu untuk mengatasi rasa malu, frustrasi, dan menyesal hanya akan membuat rasa sakit karena gagal bertahan lebih lama. Ingatkan pada diri kamu bahwa kamu bisa mengatasi kegagalan. Meskipun itu menyebalkan, kamu bisa menyalurkan rasa kesal itu dengan cara yang produktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">5. . \u201cGagal itu kata kerja, bukan kata benda.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gagal itu bukan kata benda dan itu tidak akan bisa disamakan dengan dirimu. Gagal itu adalah kata kerja dan kamu bisa memilih untuk tidak melakukannya lagi di masa depan. Ini adalah cara untuk membantumu bangkit dan berusaha lebih baik lagi nantinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">6. . \u201cKegagalan adalah kesempatan untuk memperbaiki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-ku.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau semua hal di dunia ini bisa didapatkan dengan mudah, kamu tidak akan punya kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Setiap kamu gagal, kamu pasti akan menemukan sesuatu yang tidak kamu tahu sebelumnya. Entah itu solusi dari masalah lama atau wawasan baru yang bisa membuat kamu lebih baik lagi ke depannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">7. \u201cBangkit dari kegagalan akan membuat aku lebih kuat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap kali kamu berhasil bangkit dari masalah dan mengatasi rintangan, secara mental kamu menjadi lebih kuat. Kegagalan menunjukkan bahwa kamu sebenarnya lebih kuat dari apa yang kamu pikirkan. Kamu sebenarnya bisa menanggung sesuatu yang lebih daripada yang pernah kamu bayangkan. Seperti olahraga, setiap kali kamu gagal, \u2018otot\u2019 mentalmu jadi lebih kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ingat, kegagalan itu tidak akan selamanya bertahan dalam dirimu. Ketika kamu memutuskan untuk bangkit, di sanalah keberhasilan akan berada selangkah lebih dekat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap orang pasti pernah setidaknya sekali dalam hidupnya merasa gagal. Apa pun ukurannya, merasa gagal adalah perasaan nyata yang bisa dialami oleh siapa saja. Kamu boleh saja merasa gagal, tetapi jangan pernah menjadikan kegagalan sebagai \u2018cap permanen\u2019 bagi dirimu. Di zaman di saat media sosial menjadi kiblat, foto-foto yang di-filter serta cerita-cerita sukses orang lain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4620,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,11],"tags":[],"class_list":["post-4619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4619"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4619"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4619\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}