{"id":4694,"date":"2023-06-12T16:22:10","date_gmt":"2023-06-12T09:22:10","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4694"},"modified":"2023-06-12T16:22:10","modified_gmt":"2023-06-12T09:22:10","slug":"5-fakta-menarik-tentang-jaringan-5g-bisa-gantikan-4g","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/06\/12\/5-fakta-menarik-tentang-jaringan-5g-bisa-gantikan-4g\/","title":{"rendered":"5 Fakta Menarik tentang Jaringan 5G, Bisa Gantikan 4G?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi komunikasi terus berkembang dengan cepat untuk memenuhi tuntutan akan kualitas dan kecepatan pengiriman data. Misalnya, kehadiran GSM menggantikan CDMA serta 4G telah menggantikan 2G dan 3G. Namun, ada jenis jaringan lain yang dikabarkan lebih canggih daripada 4G, yaitu 5G. Mari kita pelajari lebih lanjut serba-serbi jaringan 5G dan perbedaannya dari 4G.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">5 Fakta Menarik Jaringan 5G<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat hendak membeli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">baru, Anda mungkin pernah menemukan produk yang sudah mendukung jaringan 5G. Bagaimana maksudnya? Agar tidak bingung lagi, berikut ini berbagai fakta menarik seputar teknologi 5G!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Operator pertama yang menawarkan 5G\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia, Telkomsel menjadi operator pertama yang meluncurkan layanan 5G secara komersial pada 27 Mei 2021. Menjelang peluncuran tersebut, Telkomsel telah menguji coba jaringan tersebut selama beberapa tahun sebelum akhirnya mengajukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Uji Laik Operasi (ULO) pada 19-21 Mei 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Telkomsel berhasil melalui seluruh tahapan ULO sehingga berhak menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menyusul Telkomsel, Indosat Ooredoo juga turut merilis layanan 5G pada 22 Juni 2021, menjadikannya operator kedua yang menyediakan jaringan 5G di Indonesia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Mendukung penerapan IoT\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Internet of Things <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(IoT) menjadi salah satu elemen utama di balik kecanggihan layanan 5G. Penerapan IoT pada teknologi 5G mampu memberikan konektivitas dengan level lebih tinggi. Anda jadi bisa terhubung dengan perangkat yang mendukung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smart living <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sehingga lebih mudah untuk mengontrolnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smart lock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pada pintu rumah yang memungkinkan Anda untuk mengecek keamanannya melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kata lain, kehadiran teknologi 5G dapat membuat hidup Anda lebih mudah dan efisien.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Mampu menggabungkan VR, AR, dan MR<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Virtual reality <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(VR) adalah teknologi yang membuat Anda bisa berinteraksi dengan lingkungan virtual hasil simulasi komputer; caranya dengan menggunakan kacamata khusus. Hal tersebut berbeda dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">augmented reality <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(AR)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yakni teknologi yang memadukan elemen-elemen digital di dunia nyata, contohnya adalah filter wajah pada IG Stories.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mixed reality <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(MR) adalah teknologi yang menggabungkan konsep VR dan AR agar dunia nyata dan virtual bisa berinteraksi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">real-time. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Nah, ketiga teknologi tersebut kerap disebut dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">extended reality <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(XR).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kehadiran 5G mampu mendukung pemanfaatan XR secara lebih baik. Teknologi 5G memiliki jaringan internet yang jauh lebih besar daripada 4G, sehingga penerapan XR pun dapat dilakukan dengan kualitas video yang lebih jernih dan tanpa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lagging. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya seperti video pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berbasis AR.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Ideal untuk implementasi teknologi berbasis cloud\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Manfaat 5G juga dapat dirasakan pada implementasi teknologi berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cloud, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">salah satunya untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">cloud gaming. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cloud, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">input kendali akan dikirimkan kepada server yang bertugas memprosesnya. Kemudian, server akan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">render <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan mengirimkan hasilnya dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tampilan telah dikompres. Nah, dengan jaringan 5G, kualitas gambar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cloud gaming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan jauh lebih baik, tapi tidak membuat perangkat cepat panas maupun boros baterai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bahkan tak hanya itu, teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-driving car <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga ikut merasakan manfaat 5G. Layanan 5G mampu memproses data dalam jumlah banyak dengan lebih cepat untuk mempelajari waktu refleks manusia. Hal ini memungkinkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-driving car <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk beroperasi secara lebih baik.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dinilai lebih aman\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat awal pandemi pada tahun 2020 lalu, sempat muncul rumor bahwa virus Corona dapat menyebar melalui jaringan 5G. Rumor ini 100% <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hoaks <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">karena virus tersebut tidak bisa menyebar melalui gelombang radio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya, jaringan 5G justru dinilai aman bagi manusia, tumbuhan, dan hewan. Bahkan menurut perusahaan konsultasi bisnis, Deloitte, teknologi 5G cenderung lebih aman daripada generasi sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perbedaan 5G dan 4G<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi 5G merupakan generasi selanjutnya dari jaringan 4G sehingga keduanya pun memiliki perbedaan. Mulai dari kecepatan internet, kapasitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bandwidth, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hingga jangkauan wilayah, ini dia detail perbedaan antara 5G dan 4G!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kecepatan internet dan latensi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu perbedaan yang paling terasa dari 5G adalah kecepatan internetnya. Jika dibandingkan dengan jaringan 4G, kecepatan internet 5G meningkat 100 kali lipat hingga mencapai 10 Gbps. Tak hanya itu, latensi pada 5G juga akan berkurang drastis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai informasi, latensi adalah jeda waktu saat mengirim data ke penerima atau perangkat. Apabila jeda waktunya semakin tinggi, maka respons yang diberikan penerima akan semakin lambat. Nah, latensi pada 5G jauh lebih rendah daripada 4G, membuatnya mampu melakukan transmisi dalam waktu kurang dari 5 milidetik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kecepatan internet yang tinggi dan rendahnya latensi, jaringan 5G memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai aktivitas secara lebih lancar, mulai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">film, main <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hingga mengunduh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">file <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam ukuran besar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kapasitas bandwidth<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Bandwidth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah kuota, volume, atau kapasitas pada jaringan internet yang digunakan untuk mengirim dan menerima data tiap detiknya. Semakin besar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bandwidth-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya, tentu akan semakin baik, dan inilah yang ditawarkan oleh jaringan 5G.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi 5G memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bandwidth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang lebih besar daripada 4G. Kelebihan ini membuat Anda dapat melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">data berukuran besar secara lebih cepat dengan kualitas lebih baik pula. Dengan layanan 5G, tak ada lagi cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">buffering <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">video beresolusi tinggi!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Cakupan wilayah yang mendukung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena sudah lebih dulu hadir, jaringan 4G tentu memiliki cakupan wilayah yang lebih luas.<\/span><a href=\"https:\/\/www.goodnewsfromindonesia.id\/2021\/09\/17\/ketersediaan-jaringan-4g-indonesia-berada-di-urutan-ke-4-di-asia\"> <span style=\"font-weight: 400\">Per 2021<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> lalu, sebanyak 24 dari 24 provinsi di Indonesia sudah ter-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cover <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">oleh jaringan 4G pada rentang 84-89 persen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kondisi ini agak berbeda dari layanan 5G yang, dilansir dari<\/span><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/tech\/20220329093214-37-326780\/daftar-daerah-ri-yang-sudah-punya-jaringan-5g-ada-kotamu\"> <span style=\"font-weight: 400\">CNBC Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, baru menjangkau sembilan kota di Indonesia, yaitu Balikpapan, Bandung, Batam, Denpasar, Jabodetabek, Makassar, Medan, Surabaya, dan Surakarta. Namun, dengan kemajuan teknologi yang pesat, hanya tinggal menunggu waktu hingga akhirnya layanan 5G menjangkau ke lebih banyak wilayah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa Jaringan 5G akan Menggantikan 4G?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melihat berbagai keunggulan yang ditawarkan 5G, apakah artinya ia akan menggantikan jaringan 4G?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jawabannya adalah tidak; justru jaringan 5G akan melengkapi kehadiran 4G. Jika Anda berada di tempat yang tidak mampu menjangkau sinyal 5G, maka perangkat akan otomatis berpindah ke sinyal 4G. Dengan kata lain, jaringan 4G masih akan terus ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Terlebih, jaringan 4G sebetulnya masih berkembang di Indonesia. Sampai akhir tahun 2022 lalu, pemerintah masih aktif meminta operator untuk mengganti jaringan 3G menjadi 4G. Jadi, apabila Anda berencana membeli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">4G pun tidak masalah karena layanannya masih akan bertahan lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Hadir dengan kecepatan internet dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bandwidth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang lebih besar, jaringan 5G menawarkan pengalaman internet yang jauh lebih lancar. Namun, bukan berarti ia akan menggantikan jaringan 4G. Sebaliknya, kedua layanan ini akan eksis secara berdampingan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi para penggunanya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknologi komunikasi terus berkembang dengan cepat untuk memenuhi tuntutan akan kualitas dan kecepatan pengiriman data. Misalnya, kehadiran GSM menggantikan CDMA serta 4G telah menggantikan 2G dan 3G. Namun, ada jenis jaringan lain yang dikabarkan lebih canggih daripada 4G, yaitu 5G. Mari kita pelajari lebih lanjut serba-serbi jaringan 5G dan perbedaannya dari 4G. 5 Fakta Menarik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4695,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-4694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4694"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4694"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4694\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}