{"id":4697,"date":"2023-06-07T16:28:36","date_gmt":"2023-06-07T09:28:36","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4697"},"modified":"2023-06-07T16:28:36","modified_gmt":"2023-06-07T09:28:36","slug":"6-cara-dapatkan-inspirasi-untuk-tema-artikel-tugas-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/06\/07\/6-cara-dapatkan-inspirasi-untuk-tema-artikel-tugas-kuliah\/","title":{"rendered":"6 Cara Dapatkan Inspirasi untuk Tema Artikel Tugas Kuliah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Kehidupan akademis mahasiswa tidak terpisahkan dari berbagai jenis tugas yang diberikan oleh dosen, salah satunya penulisan artikel ilmiah. Tujuannya untuk membiasakan mahasiswa ketika mereka harus membuat tugas akhir yang layak diuji atau bahkan diterbitkan di jurnal ilmiah demi memenuhi persyaratan kelulusan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, sayangnya, salah satu kesulitan yang sering dialami adalah tidak tahu harus menulis artikel tentang apa. Tidak perlu khawatir, Anda dapat memperoleh inspirasi tema artikel dengan mengikuti tips berikut agar tugas bisa selesai tepat waktu!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Pahami Tugas yang Diberikan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">First things first, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">luangkan waktu untuk pelan-pelan membaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brief <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tugas kuliah agar bisa memahaminya dengan baik. Perhatikan ketentuan yang diberikan, seperti berapa panjang artikel yang harus Anda tulis, apakah artikel tersebut harus berhubungan dengan topik yang sudah Anda pelajari, adakah topik yang harus dihindari, dan tentu saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">deadline <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pengumpulan tugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brief, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Anda bisa tahu artikel seperti apa yang harus Anda tulis sehingga lebih mudah menentukan referensi yang tepat. Pasalnya, dua jenis tugas untuk satu topik yang sama bisa saja membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">approach <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">penulisan berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, Anda diminta menulis esai argumentatif tentang penemuan paling signifikan pada abad ke-20. Karena merupakan esai argumentatif, tentu Anda membutuhkan berbagai bukti untuk memperkuat pendapat Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, beda halnya jika tugas tersebut adalah esai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">expository <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di mana Anda diminta menjelaskan penemuan penting dalam sejarah beserta perkembangannya. Walau tema artikel terdengar mirip, esai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">expository <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini bersifat lebih general karena Anda \u201chanya\u201d diminta untuk menceritakan proses perkembangan penemuan tersebut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kaitkan Tema Artikel dengan Minat dan Hobi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Membahas tentang hal yang Anda sukai pasti terasa menyenangkan, bukan? Hal ini berlaku pula pada penulisan artikel tugas kuliah. Jadi, jika kesulitan menentukan tema untuk artikel tugas kuliah, coba kaitkan saja dengan minat atau hobi Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Katakanlah Anda mengikuti kelas untuk mata kuliah Riset Komunikasi. Sebagai tugas kuliah, Anda diminta menulis artikel bertema bebas selama merupakan hasil riset dari metode yang telah diajarkan. Di sisi lain, Anda memiliki ketertarikan terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">K-pop. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Nah, Anda bisa mengambil tema yang berhubungan dengan hal<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">tersebut; seperti menganalisis hubungan parasosial dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fandom K-pop <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau cara komunikasi para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">idol <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">melalui media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan memilih tema yang Anda sukai untuk tugas kuliah, Anda pun akan lebih semangat untuk menyelesaikannya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Plus, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">setelahnya Anda pun bisa mendapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">insight <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">baru soal minat atau hobi Anda tersebut. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">It\u2019s a win-win solution.<\/span><\/i><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jangan Ragu-ragu Mengobrol dengan Orang Lain<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk ketika Anda mengobrol dengan orang lain. Jadi, jika Anda merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">stuck <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menentukan tema artikel untuk tugas kuliah, cobalah untuk membicarakannya dengan orang lain. Anda bisa meminta bantuan kepada teman atau kakak tingkat yang ahli dalam mata kuliah tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai alternatif, jika Anda sudah memiliki sedikit bayangan soal tema untuk tugas kuliah, tidak ada salahnya mendatangi dosen terkait untuk meminta pendapat beliau. Tak hanya menerima saran yang membangun, siapa tahu Anda juga bisa mendapat rujukan referensi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Perkaya Referensi dengan Membaca Karya Orang Lain\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semakin banyak materi yang Anda baca, sudut pandang Anda akan suatu tema akan semakin luas sehingga lebih memudahkan untuk menulis tugas kuliah. Jadi, jika Anda misalnya sudah menemukan tema, tapi masih bingung harus menulis apa, bacalah sebanyak mungkin referensi; bisa dengan meminjam buku atau tugas akhir di perpustakaan atau membaca jurnal dari Google Scholar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, ingat, berhati-hatilah saat menggunakan referensi tersebut dalam tulisan Anda agar tidak plagiat. Kuncinya adalah melakukan parafrase, yaitu menuliskan materi yang sudah Anda pahami ke dalam bahasa Anda sendiri. Tentunya dengan gaya bahasa yang sesuai dengan ketentuan tugas kuliah, ya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Ikuti Tren dan Isu Terkini\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masih tetap kesulitan menentukan tema artikel untuk tugas kuliah? Coba perluas pandangan dan pertajam pendengaran, tren dan isu terkini di sekitar Anda pun bisa dipergunakan. Pengamatan lapangan seperti survei langsung dapat menjadi salah satu caranya. Namun, jika jadwal Anda tidak memungkinkan, Anda bisa mencari inspirasi dari situs berita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau media sosial seperti Twitter dan Instagram.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pastikan tren atau isu yang Anda pilih tetap berhubungan dengan mata kuliah terkait, ya. Apabila ragu, Anda bisa memastikannya kepada dosen. Saat mendatangi dosen, sebaiknya bawalah pula beberapa referensi yang mendukung opini Anda bahwa isu tersebut dapat dibahas sebagai tugas kuliah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Coba Brainstorming dan Freewriting\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proses menemukan tema yang sesuai untuk tugas kuliah bisa disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brainstorming. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Nah, dalam proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brainstorming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini, tuliskan ide-ide yang muncul dalam pikiran. Agar lebih efektif, sebaiknya batasi jumlah ide tema yang Anda tulis, misalnya 20 atau 30.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika sudah mencapai angka tersebut, cek ulang daftar ide yang telah ditulis dan identifikasi mana yang paling cocok untuk tugas kuliah Anda. Dengan begini, Anda pun jadi lebih mudah mengeksplor tema untuk dikembangkan. Dari daftar tersebut, bukan tidak mungkin pula ada ide yang dapat menjadi sub-tema untuk artikel Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya untuk membiasakan mahasiswa ketika nanti harus menyusun tugas akhir, penulisan artikel ilmiah juga dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi perkuliahan. Dengan tema artikel yang tepat, proses penulisan tugas kuliah pun bisa lebih mudah dan lancar. Namun, jika menemui kesulitan dalam menentukan tema, Anda dapat menerapkan keenam tips yang telah disebutkan di atas. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Good luck!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan akademis mahasiswa tidak terpisahkan dari berbagai jenis tugas yang diberikan oleh dosen, salah satunya penulisan artikel ilmiah. Tujuannya untuk membiasakan mahasiswa ketika mereka harus membuat tugas akhir yang layak diuji atau bahkan diterbitkan di jurnal ilmiah demi memenuhi persyaratan kelulusan.\u00a0 Namun, sayangnya, salah satu kesulitan yang sering dialami adalah tidak tahu harus menulis artikel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-4697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4697"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}