{"id":4714,"date":"2023-06-21T17:13:31","date_gmt":"2023-06-21T10:13:31","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4714"},"modified":"2023-06-21T17:13:31","modified_gmt":"2023-06-21T10:13:31","slug":"6-alasan-judi-online-di-kalangan-remaja-sulit-diberantas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/06\/21\/6-alasan-judi-online-di-kalangan-remaja-sulit-diberantas\/","title":{"rendered":"6 Alasan Judi Online di Kalangan Remaja Sulit Diberantas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Bisa dibilang, kecanggihan internet merupakan pisau bermata dua. Meski teknologi ini bisa memfasilitasi pertukaran informasi yang bermanfaat, ada banyak wadah negatif yang mulai bermunculan dan menjangkau lebih banyak orang, terutama kaum yang rentan. Salah satu contoh nyatanya adalah judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sudah membuat banyak remaja di Indonesia kecanduan. Meskipun dampak buruknya sangat nyata, mengapa situs seperti ini sangat sulit diberantas?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">6 Alasan Judi Online di Indonesia Sulit Diberantas<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa situs judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sangat sulit ditekan, padahal efek buruknya sudah dirasakan oleh berbagai kalangan usia:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Hanya memblokir sisi front end situs yang melanggar<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memiliki sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blacklist <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk membatasi akses ke situs yang melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), termasuk situs judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akan tetapi, kewenangan Kemkominfo hanya sebatas memblokir akses ke sisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">front end <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang bisa dikunjungi oleh pengguna, dan tidak dengan sisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">back end <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">server situs judi. Belum lagi, makin banyak alamat situs yang ada dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blacklist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Kemkominfo, makin lambat pula kinerja server sistem pemblokiran tersebut.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Pelaku bisa berpindah ke domain lain dengan mudah<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masih relevan dengan poin sebelumnya, pemilik platform judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bisa membuat situs baru dengan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">domain <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang berbeda. Hal ini dikarenakan keterbatasan pada sistem blokir Kemkominfo yang hanya bisa membatasi akses ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">front end <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari alamat tertentu. Jadi, pelaku dapat memilih alamat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">baru yang berbeda dengan server <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">back end <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang masih beroperasi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Perbedaan yurisdiksi hukum pemilik website dengan Indonesia<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Pasal 27 Ayat 2 dari UU ITE, judi adalah kegiatan yang bersifat ilegal di Indonesia. Akan tetapi, hukum ini tidak berlaku bagi beberapa negara di Eropa, Amerika Selatan, dan Asia. Sebab, di sana, judi adalah kegiatan yang legal. Maka dari itu, mayoritas pemilik situs judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">memanfaatkan celah kesulitan penegakan hukum ini untuk mengoperasikan server mereka di negara yang mengizinkan perjudian.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Penawaran dilakukan melalui personal chat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu alasan mengapa judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sulit diberantas terletak pada bagaimana mereka menjaring banyak pengguna. Selain iklan di internet, mereka juga menawarkan ajakan untuk bergabung melalui pesan pribadi di aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">populer, contohnya WhatsApp dan Telegram. Kedua aplikasi ini memiliki sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">end-to-end encryption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang membuat isi pesan tidak bisa dibaca pihak eksternal, sehingga Kemkominfo tidak dapat mengawasi mereka.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Kesulitan ekonomi dan kejenuhan masyarakat Indonesia<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Walaupun situs dan aplikasi judi di internet sudah sering diblokir, mengapa masyarakat Indonesia masih tertarik? Jawabannya adalah karena kondisi ekonomi dan kehidupan mereka, terutama saat pandemi Covid-19 melanda. Menurut data dari BPS, ada lebih dari 30 juta warga miskin di Indonesia pada tahun 2020-an. Maka dari itu, banyak yang tergiur mendapatkan keuntungan serta hiburan instan dari judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Judi online tidak membutuhkan banyak modal awal<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akan tetapi, bagaimana caranya warga dengan pendapatan minim bisa mulai berjudi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, padahal kegiatan ini jelas-jelas membutuhkan uang muka? Ini adalah salah satu rahasia utama di balik pesona judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">: nominal setoran awal yang tidak terlalu banyak. Platform sedemikian rupa sering kali menawarkan iming-iming potensi mendapatkan hadiah jutaan rupiah hanya dengan modal awal sebanyak puluhan ribu rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa Saja Efek Buruk Kecanduan Judi Online?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perjudian melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">maupun aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dianggap melanggar hukum di Indonesia, dan hal ini bukanlah tanpa sebab. Korban yang sudah kecanduan judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan merasa terus ingin memainkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut demi mendapatkan keuntungan, bahkan hingga uang mereka habis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akibatnya, mereka akan mengabaikan kewajiban mereka dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh lebih banyak uang, termasuk dengan melakukan tindakan kriminal. Pada saat yang bersamaan, kesehatan finansial dan mental korban akan terganggu, lalu hubungan dengan keluarga juga bisa rusak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Walaupun judi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bisa menyebabkan kecanduan yang berujung pada terpuruknya kondisi ekonomi dan kesehatan mental, kenyataannya hal ini tetap sulit diberantas oleh pihak berwajib. Sebab, ada perbedaan yurisdiksi penegakan hukum dan keterbatasan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blacklist <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">situs di internet yang memiliki peranan besar, apalagi jika digabungkan dengan tingginya angka kemiskinan di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, Anda bisa ikut mengatasi fenomena negatif ini dengan berinternet secara bijak, dan selalu laporkan konten perjudian yang Anda temukan di internet melalui kanal pengaduan resmi Kemkominfo.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisa dibilang, kecanggihan internet merupakan pisau bermata dua. Meski teknologi ini bisa memfasilitasi pertukaran informasi yang bermanfaat, ada banyak wadah negatif yang mulai bermunculan dan menjangkau lebih banyak orang, terutama kaum yang rentan. Salah satu contoh nyatanya adalah judi online yang sudah membuat banyak remaja di Indonesia kecanduan. Meskipun dampak buruknya sangat nyata, mengapa situs [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4714"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4714"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4714\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}