{"id":4825,"date":"2023-08-18T13:15:39","date_gmt":"2023-08-18T06:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4825"},"modified":"2023-08-18T13:15:39","modified_gmt":"2023-08-18T06:15:39","slug":"apakah-mobil-terbang-akan-segera-terwujud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/08\/18\/apakah-mobil-terbang-akan-segera-terwujud\/","title":{"rendered":"Apakah Mobil Terbang Akan Segera Terwujud?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa Anda ingat mesin waktu DeLorean di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Back to the Future<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Sejak puluhan tahun lalu, banyak orang telah memimpikan adanya mobil terbang. Tidak hanya memimpikan, bahkan beberapa orang telah berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. Bayangkan betapa mengagumkannya jika kita bisa melihat mobil terbang melintasi langit kota dengan anggun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sayangnya hingga saat ini, belum ada mobil terbang atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">flying car<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang telah beroperasi secara komersil. Lalu, apakah mimpi akan adanya mobil terbang ini bisa terwujud?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Sejarah Mobil Terbang\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gagasan tentang mobil terbang sebenarnya sudah ada sejak lama. Karena sejak pesawat terbang ditemukan, banyak yang mencoba menggabungkannya dengan konsep otomobil. Beberapa ilmuwan dan insinyur ternama bahkan telah mencoba menciptakan kendaraan revolusioner ini sejak abad ke-20.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahun 1917, Glenn Curtiss, seorang pionir dirgantara, berhasil menciptakan \u201cAutoplane,\u201d yang merupakan sejenis mobil terbang pertama. Meskipun hanya mampu melaju beberapa meter di atas tanah, hal ini telah membuka pintu menuju kemungkinan adanya kendaraan masa depan yang dapat terbang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat itu, kendala utama dalam mewujudkan mobil terbang adalah terbatasnya teknologi yang bisa mendukung kendaraan dengan kemampuan mengudara dan bermanuver dengan aman. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak perusahaan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang telah mencoba mewujudkan mobil terbang dengan berbagai konsep dan desain.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana Perkembangan Mobil Terbang Saat Ini?\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kemajuan teknologi yang pesat, masa depan mobil terbang tampak semakin menarik. Berikut adalah beberapa contoh \u201cmobil\u201d terbang yang sedang diuji coba saat ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">1. Koncepto Millenya<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Koncepto Millenya merupakan mobil terbang buatan Filipina yang telah menggebrak dunia dengan inovasinya. Mobil terbang ini memiliki delapan rotor dan berfungsi sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">drone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> raksasa yang dirancang untuk membawa penumpang. Dengan teknologi modern dan desain futuristik, Koncepto Millenya diharapkan bisa menjadi salah satu solusi transportasi masa depan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">2. EHang 216<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejak 2017 lalu, sebenarnya sudah ada perusahaan Tiongkok yang memproduksi mobil terbang, yaitu EHang. Tak salah jika EHang dianggap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pioneer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di industri ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">EHang 216 adalah mobil terbang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">drone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang telah menjalani berbagai uji coba penerbangan. Dilengkapi dengan delapan baling-baling, EHang 216 mampu membawa sepasang penumpang dengan aman dan nyaman. Perusahaan EHang terus melakukan pengembangan untuk menghadirkan mobil terbang komersial yang dapat diakses oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">3. XPENG X2<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masih di Tiongkok, ada juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smart flying car<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bernama XPENG X2 yang dikembangkan oleh produsen mobil listrik XPeng Motors. Meskipun bukan mobil terbang dalam arti sebenarnya (yaitu mobil konvensional yang bisa terbang), XPENG X2 memiliki fitur semi-otonom yang dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan dua tempat duduk, XPENG X2 cocok dijadikan kendaraan untuk terbang rendah di perkotaan karena mampu menempuh jarak pendek dengan baik. Tak hanya itu, kendaraan ini juga tidak menghasilkan emisi karbon dioksida selama terbang, menjadikannya mobil terbang ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Hambatan Terciptanya Mobil Terbang<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun mimpi tentang mobil yang bisa terbang terdengar tidak terlalu mustahil sekarang, ada beberapa hambatan yang harus diatasi terlebih dahulu. Contohnya teknologi yang masih kurang memadai. Keterbatasan baterai yang dapat mempengaruhi jarak terbang dan daya angkut pun sangat perlu diperhitungkan. Ini adalah tantangan teknis yang kompleks yang masih perlu dipecahkan oleh para insinyur dan ilmuwan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu ada masalah regulasi yang belum mengakomodasi. Peraturan dan izin operasional perlu dibuat dan diterapkan dengan cermat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna. Membuka ruang bagi kendaraan baru seperti mobil terbang memerlukan kerjasama antara pemerintah, regulator, dan perusahaan penerbangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Infrastruktur yang tersedia saat ini pun belum sepenuhnya mendukung mobil-mobil terbang untuk beroperasi. Bandara-bandara tradisional tidak dapat menampung kendaraan udara tambahan tanpa penyesuaian yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan investasi besar dalam pembangunan infrastruktur khusus untuk mendukung mobilitas mobil terbang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum mimpi ini benar-benar terwujud. Namun, perkembangan yang pesat dalam teknologi dan semangat inovasi dari berbagai perusahaan rintisan menunjukkan bahwa kemungkinan mobil terbang semakin nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun tantangan untuk mewujudkan mobil terbang masih banyak, mereka terus berusaha untuk mengatasi hambatan teknologi, regulasi, dan infrastruktur agar mimpi tentang mobil terbang bisa segera terwujud. Anda juga dapat membantu dalam perwujudan teknologi ini, tidak hanya dengan mempelajari dari sisi teknisnya, tapi juga dari perkembangan bisnisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bergabung dengan BINUS Graduate Program dapat memberikan Anda kesempatan untuk belajar dan berkontribusi dalam inovasi dan perkembangan teknologi masa depan, termasuk potensi dalam pengembangan mobil terbang. Untuk informasi menarik lainnya, kunjungi <\/span><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dan daftarkan diri Anda sekarang!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Anda ingat mesin waktu DeLorean di film Back to the Future? Sejak puluhan tahun lalu, banyak orang telah memimpikan adanya mobil terbang. Tidak hanya memimpikan, bahkan beberapa orang telah berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. Bayangkan betapa mengagumkannya jika kita bisa melihat mobil terbang melintasi langit kota dengan anggun.\u00a0 Sayangnya hingga saat ini, belum ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4826,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}