{"id":4933,"date":"2023-11-28T13:12:33","date_gmt":"2023-11-28T06:12:33","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4933"},"modified":"2023-11-28T13:12:33","modified_gmt":"2023-11-28T06:12:33","slug":"cara-menumbuhkan-kesiapan-mental-untuk-kuliah-s2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2023\/11\/28\/cara-menumbuhkan-kesiapan-mental-untuk-kuliah-s2\/","title":{"rendered":"Cara Menumbuhkan Kesiapan Mental untuk Kuliah S2"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Menempuh pendidikan lanjut seperti S2 itu mungkin menjadi cita-cita banyak orang. Meski begitu, tak banyak yang akhirnya benar-benar terjun lagi ke kampus untuk mewujudkannya. Tidak heran, sebab kuliah S2 itu berbeda dengan ketika Anda menempuh S1. Bagaimana tidak? Menyelesaikan kuliah pascasarjana tak butuh kecerdasan otak saja, melainkan juga mental yang matang. Meski begitu, bukan berarti ini tak mungkin untuk Anda wujudkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">kok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Anda bisa berupaya untuk mempersiapkan mental yang matang dengan melatih lima hal berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">1. Tumbuhkan Growth Mindset<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal pertama yang mesti Anda siapkan ketika akan kuliah S2 adalah menumbuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">growth mindset <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam diri Anda. Memiliki standar cukup untuk diri sendiri memang akan membuat Anda lebih mudah mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam hidup. Akan tetapi, tidak ada salahnya juga untuk memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">growth mindset, lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Mindset <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">inilah yang justru membuat Anda tak pernah puas, dalam konteks positif, khususnya kuliah S2. Karena kuliah pascasarjana itu biasanya diambil untuk semakin memperluas pengetahuan dan pengalaman, menumbuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">growth mindset <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tentu akan sangat cocok. Ini akan membuat Anda semakin tidak mudah puas dan terus mencari pengetahuan serta pengalaman semaksimal mungkin.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">2. Manajemen Waktu dengan Disiplin<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menjalani kuliah pascasarjana juga menuntut kemampuan manajemen waktu. Pasalnya, durasi belajarnya dua kali lipat lebih singkat dibandingkan dengan S1, yakni 2 tahun saja. Dalam rentang waktu terbatas, Anda mesti bisa menerima materi pembelajaran sekaligus menyelesaikan tesis atau tugas akhir untuk mahasiswa S2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ditambah lagi, para mahasiswa S2 biasanya juga sudah banyak yang berkeluarga atau menjalaninya sembari meniti karier. Ini pastinya akan memakan banyak waktu sekaligus menguras pikiran Anda. Itulah mengapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skill time management <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Anda sangat diperlukan. Selain itu, komitmen untuk mematuhinya juga menjadi hal lain lagi yang tak kalah penting.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">3. Dorongan Intrinsik yang Kuat<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikutnya, pastikan bahwa Anda melanjutkan studi S2 tak hanya untuk naik jabatan atau memenuhi persyaratan tertentu. Banyaknya materi dan tugas yang mesti Anda terima tentunya tak bisa diselesaikan dengan baik apabila motivasi Anda hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah mengapa, penting sekali untuk memiliki dorongan yang kuat dari dalam diri Anda. Dengan mempunyai dorongan kuat, Anda jadi mempersiapkan diri sebaik mungkin supaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">survive <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sampai akhir masa S2. Langkah berikutnya adalah dengan memilih program studi yang paling sesuai dengan minat Anda supaya pemaparan materi dari dosen lebih mudah Anda pahami.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">4. Kemauan untuk Belajar dengan Cepat<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain tiga hal di atas, S2 itu juga perlu didukung dengan kemauan dan kemampuan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fast learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, terlebih bagi Anda yang mengambil program studi berbeda dari kuliah S1. Upaya yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan hal ini adalah dengan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mind map <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">agar materi dapat lebih mudah dipahami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika tak ingin mengubah materi dari dosen ke dalam bentuk visual, Anda juga bisa membuat perbandingan. Semisal, Anda bisa membuat perbandingan antara materi gelombang radio dengan hal-hal yang lebih mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Anda pun dapat mengingat materi secara lebih praktis dan menyenangkan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">5. Inisiatif untuk Terus Berkembang<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sama seperti aplikasi dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ilmu pengetahuan dan pengalaman Anda juga perlu untuk terus di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau dikembangkan. Dengan cara inilah Anda bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">survive <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di dunia yang terus berubah dari waktu ke waktu. Namun, untuk mewujudkannya, Anda harus mempunyai inisiatif untuk terus berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berkembang dalam hal ini juga tidak melulu soal ilmu pengetahuan di bangku perkuliahan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Anda bisa memulainya pada aspek kehidupan lainnya karena pada akhirnya ini akan memengaruhi bagaimana ketika Anda menjalani kuliah S2. Lebih jauh lagi, inisiatif untuk terus berkembang juga bagus untuk Anda terapkan selagi bekerja di perusahaan atau bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kuliah S2 itu berbeda dengan S1 karena terdapat lebih banyak tugas dan durasi tempuhnya singkat. Itulah mengapa Anda harus menyiapkan lima hal di atas agar perjalanan studi pascasarjana Anda lancar dan sesuai target. Jangan lupa juga untuk memilih BINUS Graduate Program sebagai tempat Anda menimba ilmu. Hanya bersama kami, Anda bisa menjalani perkuliahan berstandar internasional dengan dosen pengampu studi yang tak perlu diragukan lagi pengalamannya. Mari kunjungi <\/span><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">BINUS Graduate Program<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> untuk informasi lebih lengkap!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menempuh pendidikan lanjut seperti S2 itu mungkin menjadi cita-cita banyak orang. Meski begitu, tak banyak yang akhirnya benar-benar terjun lagi ke kampus untuk mewujudkannya. Tidak heran, sebab kuliah S2 itu berbeda dengan ketika Anda menempuh S1. Bagaimana tidak? Menyelesaikan kuliah pascasarjana tak butuh kecerdasan otak saja, melainkan juga mental yang matang. Meski begitu, bukan berarti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4934,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,11],"tags":[],"class_list":["post-4933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4933"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4933"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4933\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}