{"id":4967,"date":"2024-01-26T15:00:29","date_gmt":"2024-01-26T08:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/?p=4967"},"modified":"2024-01-26T15:00:29","modified_gmt":"2024-01-26T08:00:29","slug":"5-alasan-ilmu-komunikasi-masih-harus-didalami-di-s2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/2024\/01\/26\/5-alasan-ilmu-komunikasi-masih-harus-didalami-di-s2\/","title":{"rendered":"5 Alasan Ilmu Komunikasi Masih Harus Didalami di S2"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa pekerjaan seperti jurnalis, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">public relations manager, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> marketer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">membutuhkan gelar S1 Ilmu Komunikasi. Namun, tidak ada salahnya untuk melanjutkan kuliah S2 di jurusan yang sama. Ilmu dan pengalaman yang Anda dapatkan selama kuliah S2 dapat menunjang karier Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Terlebih, kuliah S2 biasanya memberikan materi yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-depth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan lebih banyak kesempatan untuk praktik, sehingga dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional. Selain itu, berikut alasan lain kenapa kuliah S2 Ilmu Komunikasi masih sangat relevan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Tren yang selalu berubah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Komunikasi merupakan bidang yang dinamis alias selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Tren beberapa tahun lalu kemungkinan besar sudah tidak relevan untuk diterapkan di era sekarang. Dengan tren yang terus berubah, penting bagi pelaku komunikasi untuk terus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">keep up <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">supaya tidak tertinggal. Menempuh studi S2 Komunikasi merupakan langkah tepat untuk mewujudkan hal tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Idealnya, kuliah S2 menyediakan kurikulum yang disesuaikan dengan tren dan kondisi terkini. Tujuannya untuk membekali mahasiswa dengan ilmu yang relevan sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital saat ini. Bahkan, tak jarang pihak universitas juga mendatangkan para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">experts <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari berbagai industri sebagai dosen tamu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Ilmu yang lebih mendalam<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Anda sudah mendapatkan dasar-dasar ilmu komunikasi saat studi S1, masa perkuliahan S2 akan memberikan ilmu yang lebih mendalam. Idealnya, program S2 menyediakan opsi peminatan sehingga mahasiswa bisa mempelajari ilmu yang diinginkan secara lebih spesifik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di BINUS Graduate Program, misalnya, mahasiswa S2 Komunikasi dapat memilih jalur peminatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strategic Media Convergence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strategic Marketing Communication. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan pilihan peminatan tersebut, nantinya mahasiswa akan mendapat materi yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya untuk peminatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strategic Media Convergence, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">beberapa mata kuliah yang diajarkan adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Management of Media Convergence, Digital Journalism Strategy, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Media Literacy. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, peminatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strategic Marketing Communication <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lebih mendalami materi komunikasi pemasaran seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Digital Customer Behavior and Network Analysis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cyber and Digital marketing Communication Strategy.<\/span><\/i><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Memantapkan kemampuan analisis dan presentasi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem perkuliahan S2 Komunikasi bersifat dua arah. Artinya, mahasiswa dituntut untuk berpartisipasi secara aktif. Demi mewujudkan hal tersebut, pihak universitas tidak hanya memberikan materi, tapi juga berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">case study <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang harus diselesaikan oleh mahasiswa. Anda akan didorong untuk menerapkan teori komunikasi dalam menganalisis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">case study <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut. Nantinya, Anda akan mempresentasikan hasil analisis dan mendiskusikannya bersama di kelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aktivitas seperti ini dapat melatih kemampuan analisis dan presentasi Anda, yang tentu akan dibutuhkan di dunia kerja profesional. Sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">team leader, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">manajer, atau pemilik bisnis, Anda harus mampu menganalisis setiap masalah yang muncul untuk mendapatkan solusi konkret. Kemudian, komunikasikan hasilnya melalui presentasi kepada anggota tim maupun pihak terkait lain.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Prospek karier yang lebih luas<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan ilmu dan pengalaman mendalam yang didapatkan dari studi S2 Ilmu Komunikasi, Anda jadi bisa mengeksplor lebih banyak peluang karier. Bagi yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">passionate <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">marketing, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak ada salahnya menekuni profesi sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Marketing Communication Manager <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Marketing Public Relations Manager. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, Anda juga bisa bekerja sebagai praktisi atau konsultan komunikasi pemasaran di berbagai perusahaan ternama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peluang karier lain yang tak kalah menarik untuk dieksplor adalah menjadi staf ahli di sektor komunikasi, baik untuk instansi pemerintah maupun swasta. Bahkan, Anda juga bisa menekuni profesi sebagai dosen ilmu komunikasi, terutama jika Anda memang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">passion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">besar<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">untuk mengajar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Kesempatan memperluas koneksi bisnis<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat menjadi mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi, Anda akan bertemu dengan banyak mahasiswa lain yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">passion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sama di bidang serupa. Para mahasiswa ini berasal dari berbagai latar belakang profesional. Artinya, Anda punya kesempatan untuk memperluas koneksi bisnis dan pertemanan dengan orang-orang dari beragam industri. Berangkat dari hasil obrolan di dalam maupun luar kelas, bukan tidak mungkin Anda dapat menjalin kerja sama bisnis dengan teman-teman tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan ilmu yang lebih mendalam, kuliah S2 Ilmu Komunikasi akan membantu Anda untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">up-to-date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan tren yang dinamis, menguatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">analisis dan presentasi, memperluas koneksi bisnis, hingga memperbesar prospek karier. Anda bisa mendapatkan semua manfaat tersebut dengan daftar kuliah Magister Ilmu Komunikasi di BINUS Graduate Program.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kurikulum program studi dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja profesional, serta sejalan dengan perkembangan IT. Bahkan, opsi peminatan studi juga merupakan hasil dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">focus group discussion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bersama pakar industri, alumni, tim pengajar, tim akademik, dan perwakilan mahasiswa. Jadi, materi yang diberikan pun relevan dengan kondisi terkini industri. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">website <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mik.binus.ac.id\/\"><span style=\"font-weight: 400\">BINUS Graduate Program<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa pekerjaan seperti jurnalis, public relations manager, dan marketer membutuhkan gelar S1 Ilmu Komunikasi. Namun, tidak ada salahnya untuk melanjutkan kuliah S2 di jurusan yang sama. Ilmu dan pengalaman yang Anda dapatkan selama kuliah S2 dapat menunjang karier Anda. Terlebih, kuliah S2 biasanya memberikan materi yang lebih in-depth dan lebih banyak kesempatan untuk praktik, sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4968,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,11],"tags":[],"class_list":["post-4967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4967"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4967"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4967\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beta.binus.ac.id\/bgp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}